WASHINGTON, KOMPAS.TV - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menegaskan drone Iran merupakan tantangan besar bagi pertahanan udara mereka.
Militer AS disebut tak akan mampu mencegat semua drone Shahed buatan Iran.
Hal tersebut diungkapkan sebuah sumber yang menerima pengarahan dari Pemerintahan Donald Trump kepada anggota Parlemen di Capitol Hill, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga: Spanyol Menentang Trump, Tolak Beri Izin AS Gunakan Pangkalan Militernya untuk Serang Iran
Dikutip dari CNN, Rabu (4/3/2026), dua sumber dalam pengarahan itu mengatakan Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine menilai drone tersebut menimbulkan masalah yang lebih besar dari yang diperkirakan.
Drone Shahed yang merupakan buatan Iran, dikenal mampu terbang rendah dan lambat.
Fitur tersebut membuat mereka lebih mampu menghindari pertahanan udara daripada rudal balistik.
Sumber lain yang mengetahui pengarahan tersebut mengatakan para pejabat AS berusaha mengecilkan kekhawatiran drone itu.
Mereka mencatat bahwa negara-negara mitra AS di kawasan teluk telah menyiapkan pencegat.
Para pejabat pemerintahan AS berada di Capitol Hill untuk memberikan pengarahan kepada anggota parlemen seiring meningkatnya perang dengan Iran.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : CNN
- iran
- drone iran
- amerika serikat
- drone shahed
- pertahanan as
- serangan as-israel





