REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) merilis data pengelolaan zakat nasional yang telah mengentaskan 302.994 jiwa dari kemiskinan, dimana 113.134 jiwa diantaranya berasal dari kelompok miskin ekstrem.
Angka itu memberikan kontribusi sebesar 5,84 persen terhadap total pengentasan kemiskinan nasional pada tahun yang sama. Dari total capaian tersebut Baznas RI secara langsung turut menyumbang pengentasan 18.035 jiwa dari kemiskinan dan meraih nilai 0,57 atau berada pada kategori stabil pada Indeks Zakat Nasional (IZN) versi 3.0.
Baca Juga
Baznas Dituding 'Ambil' Porsi Terlalu Besar untuk Amil, Ini Kata Pakar Zakat UI
Konflik Timur Tengah Hentikan Penerbangan dan Ganggu Mobilitas Global
"Melalui Indeks Zakat Nasional ini kita tidak hanya mengukur penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sistem yang kita miliki serta dampaknya secara terukur. Setiap rupiah dana muzaki harus dapat dipertanggungjawabkan secara syariah, profesional, serta memberikan perubahan nyata secara sosial dan ekonomi," kata Pimpinan Baznas RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Zainulbahar Noor melalui keterangan di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Zainulbahar menekankan, IZN berperan dalam menjelaskan secara tepat dan sederhana kepada publik mengenai peran dan dampak konkret zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia berharap IZN bisa semakin dikenal luas dan menjadi rujukan penting, bukan hanya di internal Baznas tetapi juga di kalangan pemerintah, akademisi, dan lembaga lain. Zainulbahar menilai IZN bisa menjadi pertimbangan dalam penyusunan indeks pembangunan ekonomi syariah nasional.
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Prof (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec. dikukuhkan sebagai Guru Besar Kehormatan Universitas Islam As-Syafi’iyah. - (istimewa)