Waspada Polio Menyebar di Eropa, CDC Terbitkan Peringatan Perjalanan ke 32 Negara

mediaindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita

PUSAT Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) secara resmi menerbitkan peringatan perjalanan (travel alert) level 2 bagi warga negaranya. Peringatan ini meminta pelaku perjalanan untuk melakukan tindakan pencegahan ekstra menyusul deteksi penyebaran virus polio di berbagai belahan dunia, termasuk sejumlah negara di Eropa.

CDC sangat menyarankan agar setiap orang memastikan status vaksinasi polio mereka sudah mutakhir sebelum melakukan perjalanan internasional. Bagi mereka yang berencana mengunjungi negara-negara yang masuk dalam daftar pantauan, CDC menyatakan bahwa pelancong berhak mendapatkan satu dosis vaksin booster.

Daftar 32 negara tersebut mencakup destinasi wisata populer di Eropa seperti Spanyol, Finlandia, Jerman, Polandia, hingga Inggris.

Baca juga : India dan Negara-Negara Eropa Terpukul Harga Gas yang Melonjak, Imbas Serangan Israel-AS ke Iran

Mengenal Bahaya dan Gejala Polio

Polio merupakan penyakit yang disebabkan virus polio yang sangat menular. CDC menjelaskan polio adalah penyakit yang dapat melumpuhkan dan berpotensi mematikan karena menyerang sistem saraf manusia.

Virus ini hidup di dalam kotoran orang yang terinfeksi dan dapat menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Sebagian besar orang yang tertular polio tidak menunjukkan gejala sama sekali. Namun, bagi mereka yang bergejala, biasanya akan merasakan keluhan mirip flu, seperti:

  • Demam dan kelelahan.
  • Mual dan sakit kepala.
  • Hidung tersumbat dan sakit tenggorokan.

Dalam kasus yang lebih berat, polio dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, sebagaimana yang pernah dialami oleh mantan Presiden AS Franklin Delano Roosevelt.

Baca juga : Operasi Senyap, Negara Eropa Bahas Penangkal Nuklir Hadapi Rusia

Tantangan Vaksinasi dan Perdebatan Publik

Meskipun vaksinasi telah membantu menghilangkan virus polio liar di Amerika Serikat, tren keraguan terhadap vaksin (vaksen skeptis) dilaporkan mulai meningkat. Hal ini diduga menjadi salah satu pemicu kembalinya penyakit yang sebelumnya hampir punah tersebut.

Di tengah situasi ini, muncul perdebatan mengenai kebijakan vaksinasi di Amerika Serikat. Dr. Kirk Milhoan, seorang kardiolog pediatrik yang memimpin Komite Penasihat Praktik Imunisasi, sempat menyarankan agar vaksinasi terhadap polio dan penyakit lainnya bersifat opsional.

"Jika tidak ada pilihan, maka persetujuan atas dasar informasi (informed consent) hanyalah ilusi. Tanpa persetujuan, itu adalah pelanggaran medis," ujar Dr. Milhoan kepada The New York Times.

Daftar Lengkap Negara yang Terdampak

Berikut adalah daftar 32 negara dan wilayah di mana virus polio terdeteksi menyebar:

  • Eropa & Barat: Inggris, Spanyol, Jerman, Finlandia, Polandia, Israel.
  • Asia & Pasifik: Afganistan, Pakistan, Papua Nugini, Gaza.
  • Afrika: Aljazair, Angola, Benin, Burkina Faso, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Chad, Pantai Gading, Republik Demokratik Kongo, Djibouti, Ethiopia, Ghana, Guinea, Niger, Nigeria, Senegal, Somalia, Sudan Selatan, Sudan, Tanzania, Zimbabwe.
  • Timur Tengah: Yaman.

Bagi masyarakat yang memiliki rencana perjalanan ke negara-negara di atas, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan layanan kesehatan guna mendapatkan perlindungan vaksinasi yang memadai. (People/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perayaan Cap Go Meh di Solo Diharapkan Jadi Momen Perkuat Persatuan dan Kesatuan
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bertepatan dengan Nyepi, Menag: Malam Takbiran di Bali Tak Boleh Pakai Sound System
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
DLU Makassar Peringatan Soal Penipuan Tiket Online, Pastikan Agen Resmi
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Prabowo Ajak Bangsa Tetap Solid Saat Konflik Timur Tengah Memanas
• 1 jam lalueranasional.com
thumb
Profil Mojtaba Khamenei yang Terpilih Menjadi Pimpinan Tertinggi Iran, Gantikan Ali Khamenei
• 17 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.