Pantau - Pelatih panjat tebing disiplin speed Indonesia Galar Pandu Asmoro menyatakan tim kepelatihan baru akan mengambil sisi positif dari pola latihan yang dibangun pelatih sebelumnya, Hendra Basir, demi menjaga kesinambungan prestasi atlet.
"Tim kepelatihan yang baru tentu akan mengambil sisi positif dari apa yang dibangun oleh pelatih sebelumnya," ujar Galar setelah diperkenalkan sebagai pelatih baru di pelatnas panjat tebing Indonesia, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Ia menilai perubahan sistem pembinaan tidak bisa dilakukan secara drastis karena atlet telah memiliki kebiasaan dan pola latihan yang terbentuk dalam waktu lama.
Menurutnya, pendekatan bertahap menjadi strategi paling tepat agar ritme dan kenyamanan atlet tetap terjaga.
Galar menjelaskan evaluasi tetap dilakukan untuk menyesuaikan program dengan kebutuhan pembinaan saat ini.
Proses modifikasi sistem atau pola pelatihan sebelumnya, mulai dari teknik hingga intensitas latihan, dilakukan secara selektif tanpa menghilangkan fondasi yang sudah ada.
Ia menegaskan perubahan frontal berisiko mengganggu ritme dan kenyamanan atlet dalam berlatih, terutama pada disiplin speed yang membutuhkan konsistensi teknik, kekuatan, dan kecepatan reaksi melalui pola berulang.
"Ada juga yang sedikit kami modifikasi atau kembangkan untuk kebutuhan pembinaan, karena memang untuk mengubah sesuatu secara frontal itu juga butuh waktu," katanya.
Galar menambahkan pendekatan perlahan memungkinkan tim pelatih memahami karakter masing-masing atlet sebelum menerapkan penyesuaian program lebih lanjut.
PP FPTI menunjuk Galar sebagai pelatih baru disiplin speed menggantikan Hendra Basir yang sebelumnya menjabat pelatih kepala dan fokus pada nomor tersebut.
Dalam tugasnya, Galar akan didampingi dua asisten pelatih, yakni Gunawan Santoso dan Fitriyani.
Untuk disiplin lead dan boulder, pelatih yang ditunjuk adalah Rindi Sufriyanto dengan dua asisten, Amri dan Solikhin.
Tim lead dan boulder juga diperkuat tim pembuat jalur atau routesetter yang dikepalai Andi Saputra serta dibantu Akbar Huda, Marsudin, dan Bayu Parasela.



