ACEH TENGAH, iNews.id - Panic buying bahan bakar minyak (BBM) terjadi di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh setelah muncul kekhawatiran terkait ketersediaan stok BBM. Tampak antrean panjang kendaraan dan warga yang membawa jeriken untuk membeli BBM di SPBU Jalan Lintang, Takengon pada Rabu (4/3/2026) sore hingga malam.
Ratusan warga tampak memadati area SPBU dengan membawa jeriken untuk mendapatkan BBM di tengah antrean panjang kendaraan. Antrean sepeda motor maupun mobil bahkan mengular hingga ratusan meter dari pintu masuk SPBU hingga ke badan jalan.
Kepanikan warga diduga dipicu oleh pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia terkait stok BBM nasional yang disebut tersisa untuk sekitar 21 hari.
Situasi ini juga dipengaruhi meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Salah seorang warga Takengon, Satria Darmawan mengatakan bahwa khawatiran masyarakat muncul setelah pernyataan Menteri ESDM mengenai stok BBM yang disebut hanya cukup untuk beberapa minggu ke depan.
"Antrean BBM ini dipicu statement Menteri ESDM yang menyebutkan stok minyak di Indonesia yang bertahan hanya 21 hari," kata Satria.
Akibat kondisi ini, sejumlah warga memilih membeli BBM dalam jumlah lebih banyak sebagai persiapan jika terjadi kelangkaan.
Sebelumnya, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia Bahlil memastikan ketersediaan stok BBM maupun LPG dengan permintaan yang cenderung meningkat saat periode Lebaran optimal. Bahkan, ketersediaan stok energi di dalam negeri diperkirakan mampu sampai 21 hari ke depan.
Dia mengakui, dampak konflik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran berdampak pada harga dan pasokan yang terhambat.
"Memang sejak dahulu, sudah sejak lama, bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita, ini tidak lebih dari 21 hari sampai 25 hari. Itu kemampuan kita," kata Bahlil.
Original Article



