PEMERINTAH Iran melalui pejabat militernya mengancam akan menargetkan situs nuklir Dimona milik Israel. Ancaman serius ini muncul sebagai respons jika Israel dan Amerika Serikat (AS) tetap berupaya melakukan penggulingan kekuasaan atau regime change di 'Negeri para Mullah' tersebut.
Laporan dari kantor berita semi-pemerintah, ISNA, menegaskan bahwa fasilitas nuklir Israel kini berada dalam jangkauan target strategis Teheran. Pernyataan ini dikeluarkan di tengah gempuran udara masif yang terus menghujam wilayah Iran sejak Sabtu pekan lalu.
Sementara itu, berdasarkan data media pemerintah Iran, jumlah korban tewas akibat serangan udara gabungan AS-Israel telah mencapai 1.045 jiwa.
Baca juga : Iran Tunda Perpisahan Khamenei di Tengah Ancaman Israel Terhadap Sang Penerus
Koresponden lapangan melaporkan bahwa serangan terjadi secara berkesinambungan tanpa mengenal batas wilayah. "Kampanye militer ini berkelanjutan dan tidak menyisakan satu daerah pun," lapor Mohamed Vall dari Al Jazeera.
Data rumah sakit menunjukkan dampak yang memilukan bagi generasi muda, dengan setidaknya 300 anak dan remaja kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan ebih dari 6.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Kondisi Fasilitas Nuklir IranDi sisi lain, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memberikan pembaruan terkait kondisi infrastruktur nuklir di Iran. Berdasarkan pengamatan, terdapat kerusakan fisik pada dua bangunan di sekitar situs nuklir Isfahan akibat serangan.
Meski demikian, IAEA memastikan bahwa fasilitas utama yang menyimpan material nuklir masih dalam kondisi aman. Hingga saat ini, tidak terdeteksi adanya kerusakan pada reaktor inti maupun risiko kebocoran radiologi yang membahayakan lingkungan.
Dunia internasional kini menanti langkah diplomasi lebih lanjut guna mencegah pecahnya perang nuklir terbuka di kawasan tersebut. (Times of Israel/Al-Jazeera/B-3)





