IPTU Nasrullah, anggota polisi yang terlibat kasus tertembaknya Betrand Eka Prasetyo (18), remaja di Kota Makassar, ternyata pernah menyelamatkan Bilqis—bocah perempuan yang sebelumnya diculik dan dijual ke Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi.
Nasrullah selama ini banyak mendapatkan apresiasi, baik dari institusi Polri, pemerintah setempat, maupun masyarakat setelah menyelamatkan Bilqis. Namun, Kanit Reskrim Polsek Panakkukang itu kini harus terjerat kasus.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana mengatakan, saat ini Nasrullah dimintai keterangan.
"Tindakan yang kami lakukan saat itu langsung mengamankan IPTU N, melakukan pemeriksaan, dan mengamankan senjatanya," kata Arya, Selasa (3/3) malam.
Kapolrestabes meminta masyarakat agar mempercayakan penanganan kasus ini. Polisi akan bekerja secara profesional dan transparan.
"Tolong itu dipercayakan kepada kami. Kami tidak akan menutup-nutupi. Saya minta seluruh masyarakat dan rekan-rekan media memantau perkembangannya, baik secara pidana maupun kode etik, keduanya diproses," jelasnya.
Soal KasusArya menceritakan, peristiwa berawal saat IPTU N mendapatkan laporan dari Polsek Rappocini melalui handy talky (HT), terkait adanya sekelompok anak yang sedang bermain senapan omega di tengah jalan. Anak-anak tersebut disebut mengganggu pengguna jalan.
Sehingga, IPTU N langsung menuju lokasi dengan maksud untuk membubarkan 'perang' senjata peluru jelly tersebut. Di lokasi, IPTU N melihat sejumlah remaja memenuhi jalanan hingga mengganggu para pengendara yang lewat.
"Sehingga ada yang jatuh dari motor, ada yang terluka, ada yang didorong, dan ini akan mengakibatkan gesekan antar kelompok yang tadinya tidak mau tawuran bisa jadi tawuran hanya gara-gara tembakan peluru-peluru omega. Peluru omega ini kan gel yang kemudian dicelupkan ke air menjadi besar dan ketika ditembakkan dia cukup sakit ya kalau range 5 meter begitu," katanya.
IPTU N ini sempat menangkap korban lalu memberikan tembakan peringatan. Namun, korban berusaha melarikan diri dan meronta.
"Ketika meronta, pistol yang dipegang oleh IPTU N meletus dan mengenai bagian tubuh belakang korban," kata Arya.
Melihat korban terluka, IPTU N kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Grestelina. Namun, karena fasilitas medis tidak memadai, korban dirujuk ke RS Bhayangkara Makassar.
"Ketika sudah di RS Bhayangkara ini, ternyata Betrand almarhum sudah meninggal dunia," tandasnya.





