Kapal Perang Iran Karam Diterjang Torpedo AS

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews-Colombo

Ketegangan meningkat setelah kapal fregat Iris Dena tenggelam di lepas pantai Sri Lanka .

Sebuah kapal selam Amerika Serikat menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai selatan Sri Lanka pada Rabu 4 Maret 2026,  sekaligus menandai eskalasi signifikan saat konflik Washington-Teheran meluas ke luar Timur Tengah.

Kapal fregat Iris Dena dilaporkan tenggelam di perairan internasional saat menempuh perjalanan pulang setelah mengikuti latihan angkatan laut di Teluk Benggala.

Insiden ini dikonfirmasi oleh Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, yang menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari upaya sistematis untuk melumpuhkan kekuatan militer Teheran.

"Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira mereka aman di perairan internasional," ujar Hegseth dalam pernyataan resminya di Pentagon yang dikutip oleh media asalo inggris The Guardian. 

Ia menambahkan bahwa kapal tersebut karam akibat serangan torpedo Mark 48 pada Selasa malam waktu setempat.

Korban Jiwa dan Upaya Penyelamatan

Otoritas Sri Lanka melaporkan sedikitnya 87 pelaut Iran tewas dalam insiden tersebut. Kapal Iris Dena diperkirakan membawa 180 awak saat ledakan terjadi di zona ekonomi eksklusif Sri Lanka, sekitar 44 mil laut dari lepas pantai Galle.

Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima panggilan darurat pada Rabu pagi pukul 05.08. "Kami segera mengirimkan kapal penyelamat sebagai bentuk kewajiban internasional dalam misi pencarian dan penyelamatan maritim," kata Herath.

Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, menyatakan bahwa tim penyelamat berhasil mengevakuasi 32 penyintas dari lokasi kejadian. Saat petugas tiba, kapal dilaporkan sudah tenggelam sepenuhnya, menyisakan tumpahan minyak di permukaan air.

Legalitas Internasional Dipertanyakan

Penenggelaman Iris Dena memicu perdebatan mengenai kepatuhan Washington terhadap hukum internasional. Berbeda dengan konflik di Timur Tengah, kapal ini tidak sedang dalam posisi terlibat pertempuran aktif saat diserang.

Wes Bryant, mantan pakar penargetan operasi khusus Angkatan Udara AS, mempertanyakan dasar hukum serangan tersebut. 

"Apakah kapal perang itu secara aktif menebar ancaman atau berpartisipasi dalam permusuhan? Sulit untuk mengatakan kapal ini adalah ancaman langsung," tegas Bryant. Ia memperingatkan bahwa langkah ini bisa menjadi contoh berbahaya bagi penggunaan kekuatan militer yang berlebihan.

Dampak Regional yang Meluas

Di tempat lain, ketegangan terus merambat ke wilayah sekitar:

•     Turki: Sistem pertahanan udara NATO dilaporkan mencegat rudal Iran yang mengarah ke pangkalan udara Incirlik.

•     Lebanon : Pasukan Israel dilaporkan mulai merangsek masuk ke wilayah selatan Lebanon seiring meningkatnya intensitas kontak senjata dengan kelompok Hizbullah.

•     Ekonomi: Penutupan Selat Hormuz selama lima hari terakhir telah melumpuhkan jalur distribusi minyak dan gas dunia.

Pihak Teheran melalui saluran diplomatik di Colombo mengklaim bahwa sistem pertahanan kapal Iris Dena dilumpuhkan melalui sarana elektromagnetik sebelum serangan torpedo terjadi. Hingga kini, operasi pencarian korban masih terus dilakukan di perairan Samudra Hindia.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menlu Bertemu Dubes Iran, Indonesia Sampaikan Duka atas Wafatnya Khamenei
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Garuda Tekan Harga Jelang Mudik 2026 Diskon Tiket hingga 20 Pakai Kode MUDIK26
• 1 jam laluparagram.id
thumb
Cahaya Hati - Cinta Menguatkan Dakwah
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Alutsista Pangan: Memperkokoh Postur Geopolitik di Tengah Badai Global
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Gegara AS-Israel Vs Iran, SMF Was-Was Nasib Subsidi Rumah-Ekonomi RI
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.