Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.911 per Rabu, 4 Maret 2026. Posisi rupiah itu melemah 41 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.870 pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Kamis, 5 Maret 2026 hingga pukul 09.09 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.883 per dolar AS. Posisi itu menguat 9 poin atau 0,05 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.892 per dolar AS.
- pixabay.com/WonderfulBali
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings merevisi prospek (outlook) peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Meski demikian, peringkat kredit jangka panjang mata uang asing atau Long-Term Foreign Currency Issuer Default Rating (IDR) tetap di level BBB.
Revisi outlook mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta kekhawatiran terhadap konsistensi dan kredibilitas bauran kebijakan ekonomi Indonesia, di tengah meningkatnya sentralisasi pengambilan keputusan.
"Kondisi itu dinilai dapat menekan prospek fiskal jangka menengah, melemahkan sentimen investor, serta memberi tekanan terhadap ketahanan eksternal," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Kamis, 5 Maret 2026.
Di sisi lain, Fitch tetap mempertahankan peringkat BBB karena Indonesia dinilai memiliki rekam jejak yang cukup baik dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Hal itu didukung oleh prospek pertumbuhan jangka menengah, rasio utang pemerintah yang moderat terhadap produk domestik bruto (PDB), serta cadangan eksternal yang masih memadai.
Fitch memproyeksikan defisit fiskal Indonesia pada 2026 akan berada di kisaran 2,9 persen PDB, lebih tinggi dari target pemerintah sebesar 2,7 persen. Proyeksi tersebut dipengaruhi oleh asumsi penerimaan negara yang lebih konservatif, serta peningkatan belanja sosial termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mengisyaratkan pemantauan ketat terhadap dampak inflasi dari kenaikan harga energi global. Guna menjaga rupiah, BI tetap di pasar dengan melakukan intervensi melalui transaksi Non-Deliverable Forwade (NDF) di pasar Offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forwade (DNDF) dipasar domestik, disertai dengan pembelian surat berharga(SBN) dipasar sekunder.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5520708/original/035499600_1772630964-1.jpg)


