Operasi Masif AS di Iran: 2.000 Target Dibombardir, Armada Laut Porak-poranda Hingga B-52 Resmi Turun Tempur

erabaru.net
14 jam lalu
Cover Berita

Menurut laporan New Tang Dynasty pada 4 Maret, operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memasuki hari keempat pada 3 Maret. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa persenjataan utama Iran tengah terkuras dan pasukan Iran sedang dihancurkan. Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat terus mempublikasikan perkembangan terbaru melalui unggahan di media sosial X, lengkap dengan video dan gambar.

EtIndonesia. Pada 3 Maret, Trump dalam wawancara telepon dengan media AS Politico mengatakan bahwa meskipun militer Iran diperkirakan masih akan terus meluncurkan rudal, kemampuan Teheran untuk melakukan pembalasan militer telah sangat melemah.

Trump menyebut persenjataan kunci Iran sedang habis. “Walaupun mereka mungkin masih ‘terus menembakkan rudal untuk sementara waktu, persediaan mereka hampir habis, bahkan peluncurnya pun hampir tidak ada lagi karena sedang dihancurkan. Peluncur mereka hampir habis’,” ujarnya.

Dalam wawancara tersebut, Trump menegaskan bahwa persediaan senjata dan amunisi AS sangat mencukupi. “Kami memiliki persediaan rudal jarak menengah dan menengah-jauh serta perlengkapan terkait yang nyaris tak terbatas,” katanya, seraya menambahkan bahwa perusahaan pertahanan dapat dengan cepat memproduksi senjata yang dibutuhkan “di bawah perintah darurat”.

The Iranian regime's killer drones have been a menace in the Middle East for years. These drones are no longer a tolerable risk. pic.twitter.com/76yhDKI6OW

— U.S. Central Command (@CENTCOM) March 3, 2026

Trump mengatakan perang ini bisa berlangsung empat hingga lima minggu, atau bahkan berakhir hanya dalam beberapa hari. Ia menjelaskan alasan dilancarkannya operasi militer tersebut adalah karena Iran hampir memiliki senjata nuklir dan akan memiliki kemampuan untuk menyerang Amerika Serikat.

Ketika ditanya apakah sudah terlambat untuk mempertimbangkan kerja sama dengan pihak-pihak tertentu dalam pemerintahan baru Iran, Trump menjawab bahwa jika Iran membentuk pemerintahan yang direstrukturisasi, ia bersedia menjalin kontak. “Tidak, belum terlambat. 

Sebanyak 49 pemimpin tinggi Iran telah tewas—ini berdampak besar—dan kini orang-orang baru bermunculan. Banyak yang menginginkan posisi itu. Sebagian dari mereka akan sangat hebat,” katanya.

"100 Hours" of Operation Epic Fury. pic.twitter.com/XW5ZnRAJJL

— U.S. Central Command (@CENTCOM) March 4, 2026

Dalam beberapa hari terakhir, Komando Pusat Amerika Serikat secara beruntun memublikasikan pembaruan mengenai operasi bernama “Epic Pury” (Kemarahan Epik), disertai video dan gambar kondisi medan perang.

Pada 4 Maret, Panglima Komando Pusat Amerika Serikat, Laksamana Angkatan Laut Brad Cooper, mengumumkan melalui X bahwa saat ini terdapat 50.000 personel militer AS, 200 pesawat tempur, dua kapal induk, serta pesawat pembom yang terlibat dalam operasi militer terhadap Iran, dengan tambahan kekuatan dan kemampuan tempur yang masih terus dikerahkan.

As the Secretary of War stated this morning, U.S. forces are hitting Iran surgically, overwhelmingly, and unapologetically. Operation Epic Fury is laser-focused on destroying Iranian offensive missiles. pic.twitter.com/0mwRSOPwUb

— U.S. Central Command (@CENTCOM) March 3, 2026

Ia menyatakan bahwa kekuatan Iran telah melemah secara signifikan. Hingga kini, sekitar 2.000 amunisi telah ditembakkan ke hampir 2.000 target, dengan fokus utama pada kemampuan rudal balistik dan drone Iran. Pesawat pembom B-2, B-1, dan B-52 melakukan serangan presisi tanpa hambatan terhadap fasilitas rudal yang berada jauh di dalam wilayah Iran. Sebanyak 17 kapal Iran telah dihancurkan, termasuk satu kapal selam. “Kami sedang menenggelamkan angkatan laut Iran—seluruh angkatan laut tidak akan lolos,” tegasnya.

Ia juga mengonfirmasi penggunaan jenis baru “rudal serangan presisi” (Precision Strike Missiles) dalam operasi tersebut, yang memungkinkan serangan tanpa henti selama 24 jam terhadap Teheran.

Menurutnya, kemenangan besar sudah di depan mata. “Kami melihat kemampuan Iran untuk menyerang kami dan mitra kami terus menurun, sementara di sisi lain, kekuatan tempur kami justru meningkat,” katanya.

“Penilaian operasional saya secara keseluruhan adalah bahwa kemajuan kami lebih cepat dari rencana. Dalam proses ini, setiap matra militer kami meraih keberhasilan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tambahnya.

Pada 4 Maret, Komando Pusat Amerika Serikat juga menyatakan bahwa drone pembunuh milik rezim Iran selama bertahun-tahun telah menjadi ancaman besar di Timur Tengah dan tidak lagi dapat ditoleransi. Video yang dirilis menunjukkan drone-drone tersebut dihancurkan secara presisi oleh senjata AS.

Pada 3 Maret, Komando Pusat AS menyebut bahwa rezim Iran menggunakan peluncur bergerak untuk menembakkan rudal secara sembarangan, dengan tujuan menimbulkan kerusakan maksimal di seluruh kawasan.

 “Militer AS sedang memburu ancaman-ancaman ini, dan kami tidak akan ragu untuk menghancurkannya,” tulis pernyataan tersebut.

Masih pada 3 Maret, Komando Pusat AS menyatakan bahwa dalam operasi militer yang berkelanjutan, pasukan AS telah menghancurkan fasilitas komando dan kendali Garda Revolusi Islam Iran, kemampuan pertahanan udara, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta pangkalan udara militer. 

“Kami akan terus mengambil tindakan tegas untuk menghadapi ancaman mendesak yang ditimbulkan oleh rezim Iran,” demikian pernyataannya.

Editor : Tang Zixuan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dubes Iran: Selat Hormuz Tak Ditutup, Hanya Berlakukan Protokol Khusus Perang
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Makamkan Ibunya, Amanda Diberondong Tembakan di Depan Gereja
• 9 menit lalurealita.co
thumb
Israel Gempur Beirut Targetkan Hizbullah, Tewaskan Pejabat Hamas
• 8 jam laludetik.com
thumb
Galar Pandu Asmoro Tegaskan Lanjutkan Fondasi Latihan Lama usai Ditunjuk sebagai Pelatih Speed Panjat Tebing
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Menko Polkam Tinjau Persiapan Layanan Mudik 2026 di Yogyakarta
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.