- Wagub Rano Karno pada Kamis (5/3/2026) menjelaskan penerbangan langsung jamaah umrah Indonesia ke Arab Saudi terpantau normal.
- Penerbangan transit melalui Qatar dan Abu Dhabi berhenti total, menahan lebih dari 38.000 jamaah Indonesia.
- Hanya tiga maskapai (Saudi, Lion Air, Garuda) melayani rute langsung, sementara kondisi keamanan di Makkah dan Madinah aman.
Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memberikan penjelasan terkini mengenai nasib jamaah umrah asal Indonesia di tengah eskalasi konflik yang sedang melanda kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Bang Doel ini saat ditemui oleh awak media di Balai Kota pada Kamis (5/3/2026).
Rano mengawali penjelasannya dengan memberikan klarifikasi bahwa penerbangan langsung menuju Arab Saudi sejauh ini masih terpantau normal.
"Ya alhamdulillah, perlu juga diklarifikasi Insyaallah untuk jamaah haji atau jamaah umrah yang menggunakan pesawat secara direct tidak terganggu," ujarnya.
Namun, ia tidak menampik adanya kendala signifikan yang dialami oleh para jamaah yang menggunakan layanan penerbangan transit.
"Tapi memang yang transit melalui Qatar, melalui Abu Dhabi, semuanya berhenti," lanjut Rano.
Penghentian operasional penerbangan transit tersebut berdampak langsung pada puluhan ribu jamaah Indonesia yang saat ini tertahan.
"Ini yang membuat kemarin mungkin lebih dari 38.000 jamaah kita yang tidak bisa kembali, harus menunggu," papar Rano.
Rano merinci bahwa saat ini hanya tersedia tiga maskapai yang masih melayani rute langsung dari Jakarta untuk menjamin mobilitas jamaah.
Baca Juga: Spanyol Buka Suara: Amerika Serikat Tak Beri Peringatan Sekutu Sebelum Serang Iran
"Nah alhamdulillah, kalau untuk yang direct di Jakarta itu ada tiga pesawat. Pertama adalah Saudi yang direct, kemudian kedua Lion Air yang direct, dan terakhir adalah Garuda," jelasnya.
Mantan aktor kawakan ini juga membagikan pengalaman pribadinya yang baru saja tiba dari luar negeri mengenai tingginya animo masyarakat asing menggunakan maskapai nasional.
Ia pun menceritakan sebuah anomali yang cukup mencengangkan tentang perjuangan warga asing untuk bisa keluar dari zona konflik menuju Riyadh.
"Bahkan ada satu orang, dia dari Doha naik taksi ke Riyadh itu biaya ongkosnya taksinya hampir Rp28 juta, kemudian dia naik pesawat Garuda," kisah Rano.
Meski situasi penerbangan transit sedang karut-marut, ia memastikan keamanan di lokasi ibadah masih dalam kategori terkendali.
"Mudah-mudahan belum terjadi perubahan. Walaupun memang hari ke hari saya pun mengikuti berita di sana, tapi Insyaallah Makkah, Madinah relatif aman, nggak ada masalah," pungkas Rano.




