IHSG Melesat 2,45 Persen di Sesi Pembukaan

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Jakarta

Indeks domestik bangkit bersama bursa Asia menyusul penguatan Wall Street dan redanya kekhawatiran pasar global.

Pasar ekuitas Indonesia mencatatkan pemulihan signifikan pada perdagangan Kamis 4 maret 2026 pagi. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melonjak tajam, menghapus sebagian besar kerugian besar yang terjadi pada sesi sebelumnya.

Data bursa menunjukkan IHSG melesat 185 poin atau menguat 2,45 persen ke posisi 7.762,33 pada menit-menit awal perdagangan. 

Optimisme pasar terlihat dari pergerakan harga saham yang masif, di mana 485 emiten mencatatkan kenaikan, sementara hanya 63 saham yang melemah dan 107 lainnya tidak bergerak.

Aktivitas transaksi di awal sesi terpantau cukup agresif dengan total nilai mencapai Rp 1,51 triliun. Volume perdagangan melibatkan 2,76 miliar lembar saham yang berpindah tangan melalui lebih dari 137 ribu kali transaksi.

Dominasi Saham Blue Chip

Saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) dan emiten milik konglomerasi menjadi penopang utama kenaikan hari ini. Beberapa saham yang paling aktif diperdagangkan meliputi:

•    Sektor Energi: BUMI, BIPI, dan ENRG.
•    Sektor Perbankan: BBCA (Bank Central Asia).

Sentimen positif ini tidak lepas dari mendinginnya tekanan eksternal yang sebelumnya menekan pasar modal dalam negeri.

Sentimen Regional dan Global

Kenaikan IHSG sejalan dengan reli yang terjadi di bursa Asia-Pasifik. Indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan dengan lonjakan lebih dari 12 persen, sebuah pemulihan teknis setelah sempat anjlok ke level terburuknya kemarin. Di Jepang, Nikkei 225 juga terangkat 4 persen, sementara ASX 200 Australia dibuka di zona hijau.

Membaiknya nafsu makan risiko investor (risk appetite) ini dipicu oleh performa positif Wall Street semalam. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup menguat, didorong oleh sektor teknologi terutama produsen semikonduktor seperti Nvidia dan AMD.

"Pasar merespons positif meredanya kekhawatiran atas lonjakan harga minyak dunia dan ketidakpastian geopolitik yang sempat memicu aksi jual," mengutip rangkuman sentimen pasar global pagi ini.

Selain faktor Wall Street, pelaku pasar kini tengah mencermati pertemuan kebijakan "Dua Sesi" di China yang dimulai sejak Rabu. Hasil dari pertemuan ini diharapkan memberikan sinyal stimulus baru bagi ekonomi regional.

Secara keseluruhan, stabilnya harga energi dan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat memberikan nafas baru bagi pasar saham di kawasan Asia untuk keluar dari tekanan koreksi.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Keluarga Ermanto Usman Lapor ke LPSK, Rieke Diah Pitaloka Minta Dalang Pembunuhan Diungkap
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta Dur Hangkara
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Ahli di Sidang Gus Yaqut: Sprindik KPK Keliru karena Campur Aduk KUHP Lama dan Baru
• 1 jam lalusuara.com
thumb
Jaksa Geledah Kantor BPN Kota Serang, Uang Ratusan Juta Rupiah & Puluhan HP Disita
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Kemensos Salurkan Bantuan Atensi bagi Kelompok Eks Napza dan ODHIV di Aceh
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.