Dewan Perdamaian Lumpuh: Pembicaraan Tertunda Akibat Perang Iran

suara.com
13 jam lalu
Cover Berita

Suara.com - Dunia Hari Ini kembali dengan laporan dunia selama 24 jam terakhir, terkait perang antara Iran dan AS-Israel.

Kami memulai laporan ini dengan perkembangan dari Indonesia.

Pembicaraan BoP ditunda

Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono mengatakan pembicaraan mengenai "Dewan Perdamaian" atau Board of Peace Gaza yang dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump ditangguhkan karena perang di Timur Tengah.

Perang udara AS dan Israel terhadap Iran telah menewaskan puluhan warga sipil, mengacaukan transportasi udara global, dan menyebabkan harga minyak melonjak setelah penutupan Selat Hormuz.

"

"Ini semua pembicaraan BoP on hold, semua perhatian shifted ke situasi di Iran," kata Sugiono.

"

"Kalau misalnya BoP kami juga tetap sama temen-teman kami konsultasi dan konsultasi dengan rekan-rekan kami di Teluk, karena mereka mengalami juga diserang, karena mereka juga anggota BoP juga."

Partisipasi Indonesia dalam dewan tersebut menuai kritik dari para ahli dan kelompok Muslim yang mengatakan hal itu mengkompromikan dukungan jangka panjang Indonesia terhadap perjuangan Palestina.

Puluhan jasad pelaut Iran ditemukan

Militer AS menyerang kapal perang Iran di dekat Sri Lanka, tempat polisi telah menemukan jasad 87 pelaut sejauh ini.

Hal ini terjadi ketika Donald Trump mengatakan AS sedang membuat "kemajuan luar biasa" melawan Iran.

Image: Kapal Iris Dena, berlabuh di Rio de Janeiro, pada Februari 2023. Reuters: Ricardo Moreaes

Türkiye mengatakan pertahanan udara NATO telah menghancurkan rudal balistik yang ditembakkan Iran ke wilayah udaranya.

Ini adalah pertama kalinya anggota aliansi tersebut terlibat dalam konflik yang meluas.

Pemilu Nepal berlangsung hari ini

Nepal akan menggelar pemilihan umum hari ini (05/03) yang pertama setelah protes yang dipimpin kaum muda pada September lalu yang menuntut diakhirinya korupsi.

Image: Anggota tentara Nepal berpatroli di jalan menjelang pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat yang dijadwalkan pada 5 Maret 2026. Reuters: Navesh Chitrakar

Nepal sudah 32 kali mengganti pemerintahannya sejak tahun 1990, yang membuat perekonomiannya yang sebagian besar berbasis pertanian terhambat, dan memaksa jutaan orang mencari pekerjaan di luar negeri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Menguat Dibayangi Koreksi saat Bursa Asia Anjlok dan Wall Street Menguat
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
TNI AL bagikan sembako kepada nelayan di Laut Aru
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
IHSG Dibuka Rebound, Saham CUAN, BUMI, hingga BIPI Menguat Pagi Ini
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Satu Keluarga di Jombang Diculik-Disekap Gegara Utang, Pelaku Ditangkap
• 18 jam laludetik.com
thumb
Iran Klaim 500 Tentara AS Tewas dalam Lima Hari Perang
• 15 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.