PBB (ANTARA) - Delegasi Komite Strategis Uni Eropa-Persatuan Bangsa-Bangsa untuk Perdamaian dan Keamanan menegaskan dukungan kuat mereka terhadap tujuan dan prinsip Piagam PBB dan untuk tatanan internasional berbasis aturan yang berlandasrkan hukum internasional pada pertemuan pertamanya di New York, Amerika Serikat, Selasa (3/3).
Pertemuan itu dipimpin bersama oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk urusan politik dan pembangunan perdamaian Rosemary DiCarlo; Kepala departemen Operasi Perdamaian PBB Jean-Pierre Lacroix; dan wakil sekretaris jenderal (sekjen) bidang Perdamaian, Keamanan, dan Pertahanan di Dinas Luar Negeri Eropa (European External Action Service) Charles Fries, seperti dijelaskan jubir sekjen PBB Stephane Dujarric dalam sebuah taklimat harian.
Dalam pertemuan itu, para delegasi saling bertukar pandangan perihal perkembangan lanskap perdamaian dan keamanan global, dan membahas masa depan operasi pemeliharaan perdamaian dan misi politik khusus PBB, serta orientasi misi dan operasi UE di masa mendatang.
UE dan PBB sepakat untuk memberikan penekanan khusus terkait kerja sama mereka dalam proses transisi; agenda perempuan, perdamaian, dan keamanan; iklim, perdamaian, dan keamanan; perencanaan strategis; serta pencegahan konflik dan pembangunan perdamaian, tutur Dujarric.
Komite Strategis UE-PBB untuk Perdamaian dan Keamanan, yang menggelar pertemuan setiap tahunnya, merupakan forum yang dibentuk pada 2025 untuk mengarahkan perencanaan strategis, meningkatkan koordinasi, serta memperkuat kerja sama antara misi Kebijakan Keamanan dan Pertahanan Bersama UE dan operasi perdamaian PBB.
Pertemuan itu dipimpin bersama oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk urusan politik dan pembangunan perdamaian Rosemary DiCarlo; Kepala departemen Operasi Perdamaian PBB Jean-Pierre Lacroix; dan wakil sekretaris jenderal (sekjen) bidang Perdamaian, Keamanan, dan Pertahanan di Dinas Luar Negeri Eropa (European External Action Service) Charles Fries, seperti dijelaskan jubir sekjen PBB Stephane Dujarric dalam sebuah taklimat harian.
Dalam pertemuan itu, para delegasi saling bertukar pandangan perihal perkembangan lanskap perdamaian dan keamanan global, dan membahas masa depan operasi pemeliharaan perdamaian dan misi politik khusus PBB, serta orientasi misi dan operasi UE di masa mendatang.
UE dan PBB sepakat untuk memberikan penekanan khusus terkait kerja sama mereka dalam proses transisi; agenda perempuan, perdamaian, dan keamanan; iklim, perdamaian, dan keamanan; perencanaan strategis; serta pencegahan konflik dan pembangunan perdamaian, tutur Dujarric.
Komite Strategis UE-PBB untuk Perdamaian dan Keamanan, yang menggelar pertemuan setiap tahunnya, merupakan forum yang dibentuk pada 2025 untuk mengarahkan perencanaan strategis, meningkatkan koordinasi, serta memperkuat kerja sama antara misi Kebijakan Keamanan dan Pertahanan Bersama UE dan operasi perdamaian PBB.




