JAKARTA, DISWAY.ID– Direktorat Jaminan Produk Halal (JPH) Kementerian Agama (Kemenag) resmi meluncurkan program inovatif Halal Goes to Campus dengan tema “Ngobral (Ngobrolin Halal)” di Auditorium Bale Sawala, Universitas Padjadjaran (Unpad), Kampus Jatinangor, Bandung, pada Selasa, 3 Maret 2026.
Acara perdana ini dihadiri ratusan mahasiswa dan pejabat tinggi, termasuk Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., dan Wakil Rektor Unpad Widya Setiabudi Sumadinata.
Program ini bukan sekadar seminar biasa, tapi gerakan masif untuk memperkuat literasi halal di kalangan mahasiswa dan generasi muda.
BACA JUGA:Tunjangan Profesi Guru Madrasah Lulusan PPG 2025 dalam Proses, Ini Penjelasan Resmi Kemenag
Tujuannya? Membangun kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi, sekaligus mendorong riset halal yang inklusif dan berbasis teknologi modern.
Dengan Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, inisiatif ini diharapkan jadi katalisator untuk menguasai industri halal global, yang kini bernilai triliunan dolar.
Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menekankan bahwa masyarakat Indonesia sering mengasumsikan semua produk sudah halal karena mayoritas muslim. Namun, realitanya membutuhkan sistem regulasi yang ketat.
Ia mengutip QS Al-Baqarah ayat 168: “Yaa ayyuhannas” – panggilan untuk seluruh umat manusia agar mengonsumsi yang halal dan tayib (baik).
“Halal bukan hanya untuk umat Islam, tapi prinsip universal tentang kebaikan. Ini mencakup makanan, obat-obatan, kosmetik, hingga gaya hidup sehari-hari,” ujar Abu Rokhmad dalam keterangan pers, Rabu, 4 Maret 2026.
BACA JUGA:Kemenag Gandeng British Council, 720 Guru Madrasah Disiapkan Tembus Panggung Dunia
Ia juga soroti bagaimana negara seperti China dan Korea Selatan membangun pusat halal, bahkan perusahaan asing antre sertifikasi di Indonesia.
Abu Rokhmad mendorong perguruan tinggi membuka program studi industri halal yang integratif, melibatkan ilmu kimia, fisika, dan farmasi.
“Ini kesempatan bagi mahasiswa untuk bangun jejaring dan kembangkan kemampuan di industri halal,” tambahnya.
Wakil Rektor Unpad Widya Setiabudi Sumadinata menambahkan, halal adalah fitrah manusia untuk hidup sehat secara fisik, ruhani, dan sosial. Meski Indonesia punya penduduk muslim terbesar, kesadaran sertifikasi halal masih perlu ditingkatkan, terutama di kalangan muda yang kurang aware soal ekosistem bisnis halal.
“Di negara Barat, standar halal justru dipercaya karena kualitasnya. Kita harus mulai peduli, agar tidak ketinggalan,” katanya.
- 1
- 2
- »





