JAKARTA, DISWAY.ID – Setelah mendapatkan permintaan khusus dari pemerintah China, akhirnya Iran hanya izinkan kapal China lewati Selat Hormuz.
Dengan izin tersebut, kapal berbendera China menjadi satu-satunya negara yang mendapatkan izin dari Iran melewati Selat Hormuz untuk membawa kebutuhan LNG dan minyak.
Penutupan Selat Hormuz ini disampaikan oleh Iran pasca penyerangan yang dilakukan oleh Amerika dan Israel 28 Februari lalu.
Keputusan ini diambil Iran untuk memutuskan akses transpotasi LGN dan minyak ke Amerika dan Israel.
BACA JUGA:Siapkan Alternatif Pasok Minyak Mentah, Dua Kapal dari Selat Hormuz Perjalanan ke RI
BACA JUGA:Stok BBM Nasional Cuma Cukup 20 Hari Imbas Iran Tutup Selat Hormuz, Begini Operasinal SPBU Pertamina
Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan dan transportasi energi terpadat yang membawa hasul LNG dan minyak dari Kuwait, Bahrain, Qatar serta Arab Saudi.
Terang saja penutupan ini menimbulkan kekhawatiran dari berbagai negara belahan dunia, pasalnya 4 negara wilayah Arab tersebut merupakan produsen minyak terbesar.
Diketahui bahwa 20 persen minyak global mengalir melalui selat ini sebelum mencapai pasar utama Asia seperti Tiongkok dan India
Mulai dari negara di Eropa, Asia hingga Amerika ikut menggantungkan pasokan energy dari 4 negara tersebut.
Sedangkan China sendiri diketahui bahwa menggantungkan kebutuhan energinya sebanyak 80 persen dari negara Arab, dan sebanyak 10 persen dari Iran.
BACA JUGA:Waduh! 25% Impor Minyak RI dari Selat Hormuz Iran, Bahlil Siapkan Skenario
BACA JUGA:Pertamina Buka Suara Soal 2 Kapal Minyaknya yang Masih Terjebak di Selat Hormuz
Izin yang dikeluarkan terhadap kapal China, karena Iran mengimpor lebih 90 persen hasil buminya tersebut ke China serta isyarat terima kasih atas dukungan Beijing sejak perang Timur Tengah.
Beijing juga menyampaikan mengkritikan keras serangan udara AS dan Israel terhadap Iran dan mengatakan bahwa serangan tersebut tidak dapat diterima.
- 1
- 2
- 3
- »





