Bekti Sutikna ternyata tercatat sebagai salah satu pemegang saham perusahaan teknologi PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH).
IDXChannel – Bekti Sutikna ternyata tercatat sebagai salah satu pemegang saham perusahaan teknologi PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH), dengan kepemilikan di atas 1 persen.
Nama full time trader tersebut muncul dalam data terbaru Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) setelah keterbukaan kepemilikan saham di atas 1 persen dapat diakses publik.
Berdasarkan data KSEI, Bekti menggenggam 13.632.700 saham TECH atau setara 1,09 persen dari total saham beredar.
Pengungkapan ini menjadi perhatian pelaku pasar, mengingat sebelumnya informasi kepemilikan saham di bawah 5 persen relatif jarang terekspos secara luas.
Mengacu data terakhir pada Kamis (5/3/2026), saham TECH berada di level Rp50 per saham dan tidak bergerak dari posisi tersebut sejak pertengahan 2023.
Saham ini masuk papan pemantauan khusus sejak 21 Juni 2024 dan saat ini masih disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia karena perseroan belum menyampaikan laporan keuangan.
Kisah Viral Bekti Sutikna
Mengutip pengantar dalam bukunya The Super Scalper (2021), Bekti Sutikna tak pernah membayangkan kisah hidupnya akan menarik perhatian publik.
Pria kelahiran Bantul, Yogyakarta itu mengaku semula hanya menjalani aktivitas trading seperti biasa, tanpa ambisi menjadi sorotan.
Namanya mulai ramai diperbincangkan setelah menjuarai ajang HOTS Championship Season 3 yang digelar Mirae Asset Sekuritas Indonesia pada 8 Februari-10 Maret 2021.
Dalam periode tersebut, ia membukukan total nilai transaksi mencapai Rp2,42 triliun dengan imbal hasil Rp4,6 miliar atau 217,6 persen.
Video bertajuk “Hidden Masters, Transaksi Rp 2,4 T dalam Sebulan” yang dirilis pada Mei 2021 ikut melambungkan namanya.
Bekti mengisahkan, ia sempat “keceplosan” membagikan kinerja trading yang mengembangkan modal Rp220 juta menjadi Rp14 miliar hanya dalam enam bulan, periode September 2020 hingga Maret 2021.
Sejak itu, undangan IG Live, Zoom meeting, YouTube, hingga wawancara televisi ekonomi dan bisnis berdatangan. Bahkan, sebuah penerbit mendatanginya untuk menuliskan perjalanan dan strategi trading yang selama ini ia jalankan.
Perjalanan Bekti di pasar saham bermula sejak semester dua jurusan Ekonomi Akuntansi di Universitas Islam Indonesia pada November 2008. Ketertarikannya muncul dari seminar saham di kampus.
Ia kemudian belajar secara otodidak, melewati berbagai kesalahan dan fase terpuruk, hingga membentuk gaya trading khas sebagai scalper agresif dengan frekuensi transaksi tinggi.
Dalam kompetisi HOTS Season 3, ia aktif memperdagangkan saham-saham yang tengah ramai direspons pasar, seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), Vale Indonesia (INCO), Timah (TINS), serta trio farmasi Kimia Farma (KAEF), Indofarma (INAF), dan Itama Ranoraya (IRRA).
Ia juga mencatatkan transaksi besar di sejumlah saham bank mini seperti Bank MNC Internasional (BABP), Bank Ganesha (BGTG), Bank Bumi Arta (BNBA), Bank Artha Graha Internasional (INPC), Bank QNB Indonesia (BKSW), hingga Allo Bank Indonesia [dulu Bank Harda Internasional] (BBHI). Rata-rata transaksi hariannya saat itu mencapai Rp100-Rp150 miliar dengan frekuensi 20-50 kali per hari.
Prestasinya berlanjut di HOTS Championship Season 4 yang berlangsung 31 Mei-2 Juli 2021. Ia kembali menyabet Juara 1 kategori Transaction Value dengan nilai transaksi Rp2,552 triliun, memecahkan rekor pribadinya.
Menariknya, capaian tersebut diraih ketika pasar bergerak relatif sideways, dengan pendekatan transaksi yang lebih selektif namun berukuran lebih besar.
Sebelumnya, pada HOTS Championship Season 2, Bekti juga pernah meraih Juara 2 kategori return dengan imbal hasil 107 persen pada Agustus-September 2020. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.





