Liputan6.com, Jakarta - Petugas Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan menemukan takjil yang mengandung bahan berbahaya saat melakukan pemeriksaan selama Ramadan 1447 Hijriah. Dari ratusan sampel yang diuji, belasan di antaranya mengandung formalin dan boraks.
"Ditemukan 11 sampel positif formalin dan dua sampel mengandung boraks," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Jakarta Selatan, Fitria Ramdhita, Kamis (5/3/2026).
Advertisement
Fitria menjelaskan, belasan sampel itu diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta dari total 644 sampel yang terdiri dari 544 sampel makanan dan 40 sampel minuman. Sampel yang diketahui mengandung zat berbahaya tersebut ditemukan pada mi kuning dan kerupuk.
"Total sudah 644 sampel dari 318 'tenant' takjil di 10 kecamatan yang sudah kami periksa selama Ramadan sejak 23 Februari 2026," katanya, dilansir Antara.




