Laba Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Melesat 47% jadi Rp1,36 Triliun Sepanjang 2025

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti terafiliasi Aguan, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan secara solid, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih sepanjang tahun buku 2025.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 31 Desember 2025, CBDK meraup laba bersih sebesar Rp1,36 triliun. Perolehan tersebut melesat 47,53% dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp924,75 miliar.

Lonjakan laba bersih ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan bersih perseroan yang naik 11,32% secara tahunan (year on year/YoY). CBDK mengantongi pendapatan Rp2,5 triliun, naik dari Rp2,24 triliun pada 2024.

Secara rinci, pendapatan bersih CBDK sebagian besar berasal dari segmen real estat yang menyumbang Rp2,46 triliun dan konvensi sebesar Rp39,39 miliar. 

Di sisi lain, perseroan menunjukkan performa operasional yang efisien dengan menekan beban pokok pendapatan. Beban pokok tercatat turun 12,96% menjadi Rp850,03 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya Rp976,57 miliar.

Kemampuan menahan beban di tengah kenaikan pendapatan membuat laba kotor CBDK melonjak 29,96% YoY menjadi Rp1,65 triliun sepanjang 2025. 

Baca Juga

  • Entitas Grup Salim Jual 25 Juta Saham Bangun Kosambi (CBDK) Rp157 Miliar
  • Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Raup Marketing Sales Rp430 Miliar Sepanjang 2025
  • Bangun Kosambi (CBDK) Siapkan Buyback Rp250 Miliar Usai Saham Terkoreksi 30%

Pencapaian laba yang positif turut mengerek nilai laba per saham (earning per share) perseroan. Laba per saham CBDK naik menjadi Rp241,45, menguat dari posisi periode tahun sebelumnya yang berada di level Rp181,25 per saham.

Dari sisi neraca, total aset CBDK tercatat tumbuh 11,38% menjadi Rp22,57 triliun pada akhir Desember 2025. Pertumbuhan ini dibarengi ekuitas perseroan melonjak 43,97% YoY menjadi Rp11,98 triliun, sementara liabilitas mencatatkan penurunan sebesar 11,33% ke Rp10,59 triliun pada tahun lalu. 

Di sisi lain, CBDK tercatat membukukan marketing sales atau pra-penjualan sebesar Rp430 miliar sepanjang 2025, setara dengan 85% dari target tahunan Rp508 miliar, di tengah pasar properti yang bergerak semakin selektif. 

Kaveling tanah komersial menjadi kontributor utama pra-penjualan CBDK dengan realisasi Rp343 miliar atau sekitar 80% dari total marketing sales.

Sementara itu, segmen produk komersial membukukan prapenjualan Rp83 miliar atau 19%, dan segmen residensial berkontribusi Rp4 miliar atau 1%.

Dari sisi kinerja kuartalan, CBDK mencatatkan pemulihan signifikan pada kuartal IV/2025 dengan prapenjualan mencapai Rp109 miliar, melonjak 309% secara kuartalan (QoQ) dibandingkan kuartal III/2025. 

Lonjakan tersebut terutama didorong oleh segmen kaveling tanah komersial yang tumbuh 473% QoQ menjadi Rp82 miliar. Adapun segmen residensial dan produk komersial turut mencatatkan pertumbuhan masing-masing 436% QoQ dan 57% QoQ, seiring membaiknya sentimen pasar pada paruh kedua 2025. 

______  

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] Beda Dubes dan Pakar HI Soal Pernyataan Prabowo yang Siap Jadi Mediator AS-Iran
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Calon Jemaah Umrah Diimbau Tunda Keberangkatan
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Belanja Kebutuhan Lebaran Tanpa Bikin Kantong Jebol, Ini Tips Mengatur Gaji dan Uang THR
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
17,7 Juta Pemudik Diprediksi Masuki Jawa Tengah pada Lebaran 2026
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kejagung Periksa Kasi Intel Bea Cukai Aceh Terkait Dugaan Korupsi Ekspor POME
• 6 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.