REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengungkapkan, 17,7 juta orang diprediksi memasuki Jateng pada arus mudik Lebaran tahun ini. Jumlah tersebut meningkat sekitar 2,7 juta orang jika dibandingkan arus mudik tahun lalu.
"Prediksi tahun ini yang masuk ke Jawa Tengah sekitar 17,7 juta orang. Tahun lalu sekitar 15 juta, sehingga ada kenaikan cukup signifikan. Dengan jumlah sebesar itu tentu semua pihak harus siap karena Jawa Tengah menjadi sentral pergerakan mudik nasional," kata Luthfi di Kota Semarang, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga
Pemprov Jateng Kejar Penambalan 3.300 Titik Jalan Berlubang Sebelum Masuki Arus Mudik
Mudik Lebaran, Polda Jabar Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Tol Trans Jawa dan Jalur Wisata
KPK Bantah Bupati Pekalongan Ditangkap ketika Bersama Gubernur Jateng
Sebagai bentuk persiapan, Luthfi mengungkapkan, Pemprov Jateng akan menyelesaikan perbaikan jalan rusak dan berlubang maksimal H-7 Lebaran. Menurut data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jateng, terdapat sekitar 3.395 titik jalan berlubang yang harus selesai ditambal sebelum dimulainya arus mudik. Di luar infrastruktur jalan, hal lain yang diantisipasi menjelang arus mudik adalah potensi terjadinya bencana hidrometeorologi. Hal itu mengingat masih berlangsungnya musim penghujan. .rec-desc {padding: 7px !important;} “Yang juga kita waspadai adalah potensi bencana alam, misalnya longsor, banjir, bahkan kemungkinan aktivitas Gunung Merapi. Beberapa wilayah seperti Pegunungan Muria juga menjadi perhatian karena rawan bencana,” ujar Luthfi.