Penulis: Rivaldo Putra Wansah
TVRINews, Lahat
Meski tengah menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, semangat kebersamaan warga Desa Negeri Agung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, tetap tinggi. Rabu, 4 Maret 2026, jajaran Polres Lahat, Polsek Merapi Barat, Pemerintah Desa Negeri Agung, dan masyarakat setempat bergotong royong memperbaiki Jembatan Gantung Nike–Kuningan yang kondisinya mulai lapuk.
Perbaikan difokuskan pada sejumlah gelagar dan lantai jembatan yang sudah rapuh, mengingat jembatan ini merupakan akses vital bagi warga sehari-hari. Kayu penopang dan bantalan jembatan yang mulai rusak dinilai membahayakan keselamatan warga.
Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto, melalui Wakapolres Lahat Kompol Liswan Nurhafis, mengatakan kegiatan ini adalah bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat.
“Ini sejalan dengan amanat Bapak Presiden Prabowo Subianto agar seluruh elemen hadir membantu masyarakat, termasuk memperbaiki jembatan yang menjadi akses penting warga. Banyak kayu lantai dan bantalan jembatan yang sudah lapuk. Tentu berbahaya jika tidak segera diperbaiki,” ujarnya.
Kapolsek Merapi Barat, Iptu Chandra Kirana, menambahkan, pihaknya mengerahkan 46 personel Polres Lahat untuk memperbaiki lantai dan balok penahan jembatan agar lebih aman dilalui warga.
“Kegiatan gotong royong ini meringankan pekerjaan sekaligus mempererat hubungan antara warga dan polisi. Polri hadir dekat dengan masyarakat,” ujar Iptu Chandra.
Jembatan gantung ini memiliki peran strategis bagi warga Desa Negeri Agung dan sekitarnya. Kepala Desa Negeri Agung, Ruslan, menjelaskan bahwa jembatan dibangun pada 2016 melalui Dana Desa sebagai akses warga ke kebun.
“Sekarang fungsinya semakin vital. Selain ke kebun, jembatan ini menjadi jalur terdekat menuju Kecamatan Merapi Selatan. Banyak guru, pegawai kecamatan, karyawan, pedagang, hingga siswa yang melewati jembatan ini karena memangkas waktu tempuh sekitar 30 menit,” jelas Ruslan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Polres Lahat, Polsek Merapi Barat, Babinsa, BPD, dan masyarakat yang terlibat. Ruslan berharap ke depan pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk merenovasi jembatan, mengganti lantai kayu dengan plat besi agar lebih kuat dan tahan lama.
Kegiatan gotong royong di bulan Ramadhan ini menjadi potret nyata sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat. Semangat kebersamaan tetap menyala demi menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.
Editor: Redaksi TVRINews





