Kesaksian Warga Pejaten Temukan Bayi di Gerobak Nasi Uduk Ibunya: Tanganku Gemetar

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita


JAKARTA, KOMPAS.com
- Dinda (20), warga Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menjadi orang pertama yang menemukan bayi perempuan berusia dua hari di gerobak nasi uduk dekat rumahnya, Selasa (3/3/2026).

Mulanya, Dinda sedang bermain ponsel di lantai dua rumahnya yang berada di ujung gang kecil. Ia lantas mendengar suara tangisan bayi.

“Aku denger suara bayi. Aku mikir kayak, ‘perasaan di sini nggak ada bayi deh’, gitu kan. Terus ya udah aku sambil main HP aja. Eh lama-lama makin kenceng,” jelas Dinda saat ditemui di rumahnya, Kamis (5/3/2026).

Makin lama suara tangisan itu semakin kencang. Dinda pun turun ke lantai satu dan memberi tahu ayahnya dia mendengar suara tangisan bayi.

Dinda lantas keluar rumah. Ketika menoleh ke kiri, ada tas belanja hitam di gerobak nasi uduk milik ibunya.

Baca juga: Sebelum Temukan Bayi Ditinggal Kakak di Pasar Minggu, Warga Lihat Pria Tenteng Tas

Ternyata, suara tangis bayi itu berasal dari tas belanja tersebut. Saat tas tersebut dibuka, benar saja, ada bayi berbaju dan berselimut biru terbaring menyamping yang ditutupi popok bersih.

Tangan Dinda bergetar, tubuhnya lemas seketika. Ia mengaku tak berani mengangkat bayi tersebut.

Dinda pun memanggil kakak dan ibunya untuk melihat bayi tersebut.

“Tangan aku gemeteran pas lagi lihat, langsung lemes. Nah aku tuh nggak berani kalau megang bayi. Terus ya udah akhirnya Teh Ulan yang megang,” jelas dia.

Dinda menduga, bayi itu menangis karena tertimpa barang-barang. Setelah diangkat oleh kakaknya, bayi itu berhenti menangis.

Dok. Polsek Pasar Minggu Surat yang ditinggalkan diduga kakak bayi perempuan yang ditemukan di gerobak nasi uduk di Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).
Kemudian, mereka menginformasikan temuan itu ke pemilik warteg di luar gang yang meneruskan informasi ke ketua RT sampai ke kepolisian.

Saat itu Dinda tak melihat sosok yang meninggalkan bayi tersebut. Tetangga di depan rumahnya juga sedang tidak di rumah.

Namun, ada warga lain, Ati (53), yang mengaku melihat seorang pria membawa tas belanja hitam ke arah rumah Dinda sekira pukul 16.30 WIB.

Warga tersebut mengira pria itu seorang kurir yang mengantar paket ke rumah Dinda.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Saya pikir kurir, terus udah dibilang suruh taruh barangnya di gerobak, makanya enggak ada suara manggil-manggil,” kata Ati ditemui terpisah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 6 Meter pada 5-8 Maret 2026
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Ingatkan Sejawat di Gereja, Pendeta Ini Terancam Dipenjara
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Emiten RI Ini Bisa Cuan di Tengah Perang dan Ancaman Krisis Energi Dunia
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kenangan proses Anang Hermansyah raih gelar Magister Unair, terbaru teman kuliah bongkar keaktifannya
• 18 jam lalubrilio.net
thumb
Perdana, 2.280 Ton Beras Indonesia Diekspor untuk Jemaah Haji
• 16 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.