Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengaku tidak memahami secara mendalam hukum dan tata kelola pemerintahan.
Sekjen Partai Golkar Sarmuji angkat bicara soal pengakuan Fadia yang merupakan kader Golkar itu. Sarmuju menyebut partai sudah memberi pembekalan pada Fadia.
Advertisement
“Sebenarnya setiap seseorang yang memiliki posisi sebagai pejabat pemerintahan harus menyesuaikan diri dengan bidang tugasnya termasuk dalam hal tata pemerintahan. Partai dan pemerintah pusat sudah berusaha memberi pembekalan,” kata Sarmuji pada wartawan, Kamis (5/3/2026).
Sarmuji menyebut seharusnya Fadia belajar untuk meningkatkan kemampuan di bidang birokrasi. “Detail selanjutnya mesti selalu mengupgrade diri terus menerus,” kata dia.




