Cegah Risiko Amputasi pada Pasien Diabetes, 85 Persen Kasus Diawali dari Luka Kecil

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

Diabetes merupakan ibu dari banyak penyakit. Istilah tersebut dipilih karena banyaknya komplikasi yang bisa terjadi akibat diabetes melitus. Kondisi diabetes melitus yang tidak terkontrol bisa memicu terjadinya gagal ginjal, penyakit jantung, stroke, kebutaan, hingga risiko amputasi pada kaki.

Karena itu, diabetes perlu dideteksi sejak dini agar pengobatan bisa segera diberikan. Orang dengan diabetes umumnya harus mengonsumsi obat secara rutin untuk mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh. Jika gula darah terkendali, risiko komplikasi diharapkan bisa dicegah.

Dokter spesialis penyakit dalam RS Pondok Indah-Puri Indah, Wirawan Hambali dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Kamis (26/2/2026) mengatakan, diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan gula darah akibat ketidakmampuan tubuh dalam pembuangan atau sekresi insulin. Diabetes juga bisa terjadi karena terjadi resistensi insulin atau ketidakmampuan tubuh merespons hormon insulin.

Terdapat beberapa jenis diabetes melitus, antara lain diabetes melitus tipe 1, diabetes mellitus tipe 2, diabetes melitus gestasional yang biasa ditemukan pada ibu hamil, serta diabetes lain yang disebabkan oleh penyebab lainnya. Namun, dari tipe diabetes tersebut, sebagian besar kasus yang ditemukan yakni diabetes melitus tipe 2 yang sekitar 95 persen dari seluruh kasus diabetes.

Baca JugaWaspadai Komplikasi Diabetes Melitus
Baca JugaCegah Komplikasi Diabetes Melitus
Baca JugaPrevalensi Diabetes Meningkat Seiring Banyaknya Restoran Cepat Saji

“Diabetes melitus umumnya tidak terjadi begitu saja, melainkan ada gejala yang dapat dirasakan oleh penderitanya. Namun sayangnya, banyak orang tidak sadar bahwa mereka mengidap diabetes. Itu bisa karena gejala yang sering kali tidak spesifik,” tutur Wirawan.

Gejala diabetes yang mesti diwaspadai, yaitu kadar gula darah yang tinggi, penurunan berat badan tanpa sebab atau tanpa diet tertentu, rasa lapar yang tinggi yang menyebabkan banyak makan, sering buang air kecil atau berkemih, serta cepat haus. Jika gejala tersebut dirasakan, seseorang harus segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Namun sayangnya, banyak orang tidak sadar bahwa mereka mengidap diabetes. Itu bisa karena gejala yang sering kali tidak spesifik

Diagnosis diabetes akan semakin kuat apabila dalam pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah yang tinggi. Diabetes bisa terjadi jika dalam pemeriksaan glukosa plasma puasa menunjukkan lebih dari 126 miligram per desiliter atau pemeriksaan glukosa plasma sewaktu lebih dari 200 miligram per desiliter. Selain itu, diagnosis diabetes dapat ditetapkan pula lewat pemeriksaan HbA1c yang menunjukkan kadar lebih dari 6,5 persen.

Pemeriksaan lebih lanjut sangat penting untuk memastikan kondisi diabetes yang dialami oleh seseorang. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan seseorang mengalami diabetes, pengobatan dan penanganan perlu dilakukan sejak dini. Komplikasi bisa terjadi jika diabetes tidak terkontrol.

Komplikasi kaki diabetes

Wirawan menyampaikan, salah satu komplikasi yang harus diwaspadai dari kondisi diabetes melitus yaitu kaki diabetes atau diabetic foot ulcer. Kaki diabetes merupakan lesi yang terjadi akibat luka pada kulit di bagian kaki. Luka ini bisa terjadi karena gangguan saraf akibat diabetes, iskemia atau gangguan aliran darah pada kaki, ataupun deformitas atau kelainan bentuk pada kaki.

Orang dengan diabetes harus lebih waspada pada luka yang terjadi di bagian kaki. Luka yang kecil padai kaki orang dengan diabetes sangat berisiko menyebabkan infeksi yang meluas.

Kaki diabetes ini bisa berkembang menjadi komplikasi yang serius yang dapat berujung pada amputasi. Itu sebabnya, penanganan luka pada kaki diabetes harus cepat dilakukan untuk mencegah komplikasi yang tidak diharapkan tersebut.

Baca JugaSegera Tangani Luka akibat Diabetes Melitus
Baca JugaKaki Palsu Untuk Pasien Diabetik
Baca JugaJejaring Layanan Diabetes Diperkuat

“Angka kaki diabetes ini cukup tinggi. Sekitar 19-34 persen dari seluruh pasien diabetes melitus akan mengalami kaki diabetes setidaknya sekali dalam perjalanan penyakitnya. Dan sekitar 20 persen pasien dengan kaki diabetes membutuhkan amputasi tungkai,” ujarnya.

Kaki diabetes atau luka kaki pada orang dengan diabetes tidak terjadi secara tiba-tiba. Luka muncul secara perlahan sehingga sering tidak disadari. Luka muncul akibat kadar gula yang yang tinggi yang tidak terkontrol dalam waktu lama.

Sekitar 19-34 persen dari seluruh pasien diabetes melitus akan mengalami kaki diabetes setidaknya sekali dalam perjalanan penyakitnya. Dan sekitar 20 persen pasien dengan kaki diabetes membutuhkan amputasi tungkai

Gula darah yang tinggi dapat merusak saraf dan pembuluh darah, terutama pada bagian kaki. Kondisi tersebut membuat luka yang muncul pada kaki menjadi sulit sembuh.

Dokter spesialis bedah subspesialis bedah vaskular RS Pondok Indah-Puri Indah, Andrew Jackson Yang mengatakan, kadar gula darah yang tinggi pada tubuh dapat membuat luka pada kaki mudah terinfeksi. Orang dengan diabetes juga rentan terhadap penurunan daya tahan tubuh sehingga proses penyembuhan luka menjadi lebih lama dan berisiko memperparah infeksi.

Orang dengan diabetes rentan pula mengalami komplikasi berupa gangguan saraf. Itu membuat luka yang dialami tidak dirasakan atau baal terhadap rasa nyeri. Dengan begitu, luka cenderung dibiarkan sampai pada kondisi yang parah.

“Kenapa kaki lebih berisiko? Itu karena pembuluh darah di kaki itu yang paling jauh dari jantung sehingga kerusakan yang terjadi pada pembuluh parah bisa lebih berat. Selain itu, kaki juga lebih sering menjadi tumpuan yang membuat risiko trauma atau luka menjadi lebih besar,” tutur Andrew.

Tanda bahaya

Risiko komplikasi kaki diabetes perlu ditingkatkan jika ada tanda bahaya yang dialamai. Itu seperti adanya luka kaki yang terjadi lebih dari dua minggu yang tidak kunjung sembuh, kaki terasa dingin dan pucat, luka yang menghitam, nadi pada kaki yang lemah atau tidak teraba, bulu pada kaki yang menghilang karena adanya gangguan saraf, serta memiliki riwayat amputasi kecil sebelumnya.

Baca JugaDiabetes Menjadi Penyakit Kronis dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia
Baca JugaDiabetes Bukan Hanya Soal Gula
Baca JugaDiabetes, Obesitas dan Sederet Penyakit Mematikan

Tanda bahaya lain yang mesti diwaspadai, yakni rasa nyeri yang muncul saat berjalan. Biasanya, risiko kaki diabetes muncul pada seseorang yang mudah merasa sakit hanya dengan berjalan 100-200 meter. Setelah beristirahat dan berjalan kembali dalam jarak dekat, kaki terasa nyeri kembali. Rasa nyeri bisa juga muncul di bagian betis.

“Apabila orang dengan diabetes mengalami luka pada kaki, sekecil apapun itu dan terlihat sedikit perubahan pada kaki, sebaiknya segera periksa. Kurang lebih 85 persen kasus amputasi pada diabetes terjadi diawali dari luka kaki yang kecil,” ujar Andrew.

Ia menyebutkan, luka pada kaki diabetes bisa sembuh total jika ditangani pada tahap awal dengan tepat. Deteksi dini menjadi sangat penting. Sebaliknya, jika luka pada kaki sudah memburuk seperti menghitam biasanya tidak bisa disembuhkan.

Dalam penanganan awal, komplikasi kaki diabetes dilakukan melalui evaluasi aliran darah, upaya penyelamatan jaringan, tindakan membuka kembali pembuluh darah yang tersumbat pada kaki, serta langkah pencegahan amputasi mayor. Penanganan ini dilakukan untuk mengembalikan aliran darah ke kaki dan mencegah terjadinya komplikasi.

“Diabetes merupakan kondisi kronis yang dapat dikelola dengan baik apabila terdiagnosis dini dan ditangani dengan cepat. Penanganan yang tepat disertai dengan perubahan gaya hidup sehat dan pemantauan gula darah rutin, orang dengan diabetes bisa tercegah dari risiko komplikasi, seperti amputasi,” kata Andrew.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
7 Tips Menjalankan Ramadan yang Lebih Ramah Lingkungan
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Konflik Timur Tengah Ganggu Ekspor Mobil China
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Catut Nama Bupati, Penipu Minta Rp 50 Juta
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Putri Zulhas: Pemerintah Siaga Penuh Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Dipecundangi Khamzat Chimaev, Dricus du Plessis Yakin Sean Strickland Mampu Tumbangkan The Borz
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.