Lewat Kegiatan Ini, Nestlé Dorong Inovasi 3.600 Mahasiswa Cari Solusi Sampah Kemasan

herstory.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Nestlé Indonesia mengajak lebih dari 3.600 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu di seluruh Indonesia untuk merancang solusi pengelolaan kemasan berkelanjutan melalui ajang #GreenGeneration Sustainability Business Case Competition. Kompetisi ini menjadi upaya mendorong generasi muda berperan sebagai agen perubahan dalam membangun sistem kemasan yang lebih sirkular dan bertanggung jawab.

Puncak kompetisi berlangsung pada 16 Februari 2026 melalui presentasi final secara luring di hadapan dewan juri yang terdiri dari Founder & CEO Waste4Change M. Bijaksana Junerosano, CEO & Co-Founder Rekosistem Ernest Layman, Chair of the Management Board Indonesia Packaging Recovery Organization Reza Andreanto, serta Head of Packaging Nestlé Indonesia Emiliana Yulianti.

Program ini diselenggarakan untuk menjawab tantangan pengelolaan kemasan berkelanjutan di Indonesia yang tidak hanya berkaitan dengan desain dan material, tetapi juga kesenjangan antara potensi daur ulang dan realitas pengelolaan sampah pasca-konsumsi. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), Indonesia menghasilkan lebih dari 37 juta ton sampah setiap tahun. Dari jumlah tersebut, kemasan plastik menyumbang sekitar 19i total timbulan sampah nasional.

Namun, tingkat daur ulang sampah di Indonesia masih berada di kisaran 14%, sementara sekitar 40% sampah belum terkelola secara optimal. Tantangan ini juga berkaitan dengan kebiasaan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga. SIPSN mencatat hanya sekitar 30% sampah yang dikelola melalui sistem formal pemerintah daerah, sedangkan sekitar 58% rumah tangga belum melakukan pemilahan sampah secara konsisten.

Technical Director Nestlé Indonesia Antonio Prochilo mengatakan kompetisi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat peta jalan keberlanjutan sekaligus mendorong kontribusi generasi muda terhadap solusi lingkungan.

“Nestlé Indonesia terus berkomitmen dalam menciptakan nilai bersama serta merealisasikan komitmen peta jalan keberlanjutan kami. Hal yang paling menginspirasi kami saat ini adalah melihat semangat dan pemikiran kritis para mahasiswa yang selaras dengan tujuan kami. Mereka menghadirkan ide-ide berbasis riset yang tidak hanya memperkaya perspektif kami, tetapi juga mendorong kami untuk terus berkembang dan melangkah lebih jauh. Kreativitas dan kedalaman analisis mereka membuktikan bahwa generasi penerus siap menjadi mitra strategis dalam menghadirkan solusi yang relevan, aplikatif, dan berdampak nyata bagi masa depan. Saya menyampaikan apresiasi dan selamat kepada para pemenang kompetisi business case ini, serta kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Setiap kontribusi yang diberikan menghadirkan wawasan berharga yang semakin memperkuat dan mempercepat perjalanan keberlanjutan kami demi generasi mendatang,” ujar Antonio.

Kompetisi ini mengusung tema “Building Circular and Sustainable Systems for Everyday Products” dan mendorong kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, komunitas, serta asosiasi industri penghasil sampah kemasan. Dari total 1.355 tim yang mendaftar, proses seleksi menyaring peserta menjadi 20 tim finalis atau sekitar 60 mahasiswa sebelum akhirnya dipilih lima tim terbaik untuk mempresentasikan solusi mereka di babak final.

Founder & CEO Waste4Change M. Bijaksana Junerosano menilai keterlibatan generasi muda dalam kompetisi ini penting untuk memperkuat ekosistem solusi lingkungan di Indonesia.

“Keterlibatan generasi muda dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah menjadi semakin krusial, mengingat sebagian besar persoalan lingkungan saat ini bersifat sistemik dan membutuhkan pendekatan lintas sektor. Inisiatif seperti #GreenGeneration menunjukkan bagaimana ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah dapat mendorong lahirnya solusi yang lebih kontekstual dan aplikatif. Ide yang dibangun berbasis data serta pemahaman realitas di lapangan, memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada penguatan sistem pengelolaan sampah nasional,” ujarnya.

Salah satu tim pemenang melalui proyek PackBack menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam ekosistem pengelolaan sampah yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia. Para finalis terbaik memperoleh penghargaan serta dukungan pengembangan ide sebagai bentuk apresiasi atas solusi yang dirancang dalam kompetisi tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Chandra Asri (TPIA) Buka Suara Soal Kabar Force Majeure Imbas Blokade Selat Hormuz
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Kementerian ESDM Tawarkan 10 Area Potensi Blok Migas Baru
• 41 menit lalukatadata.co.id
thumb
Bahlil Sebut Swasta Kongsi Asing dan Domestik Bakal Bangun Storage Minyak
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Medan Hari Ini, 15 Ramadan 1447 H
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Momentum Ramadhan, Kemenag Dorong Literasi Halal untuk Gen Z
• 22 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.