Klaim Asuransi Perjalanan Mulai Masuk ke Great Eastern (GEGI) Efek Konflik Timur Tengah

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Great Eastern General Insurance (GEGI) menyampaikan saat ini sudah ada beberapa pengajuan klaim untuk manfaat asuransi perjalanan, efek dari kenaikan tensi geopolitik di Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan oleh Direktur Marketing GEGI Linggawati Tok kala menanggapi kesiapan perusahaan menghadapi potensi kenaikan klaim asuransi perjalanan terkait konflik Timur Tengah yang sedang memanas.

Adapun, Linggawati menyebut klaim yang diajukan meliputi risiko delay atau penundaan penerbangan dan pembatalan perjalanan.

“Yang dilaporkan oleh para travel agent yang merupakan business partner kami dan juga para pelanggan [direct customer] melalui kanal website dan melalui email kepada GEGI,” ungkapnya kepada Bisnis, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga : Dampak Berlapis Konflik Iran vs AS-Israel ke RI, dari Ekonomi hingga Keamanan

Akan tetapi, Linggawati menegaskan polis asuransi travel GEGI mengecualikan risiko perang, serangan, tindakan musuh asing, permusuhan atau operasi mirip perang (baik perang yang dinyatakan atau tidak), perang sipil, pemberontakan, huru-hara, pengerahan massa dalam jumlah besar.

“Kemudian pemberontakan militer, pemberontakan, revolusi atau perebutan kekuasaan, ada tercantum di bagian pengecualian umum, yang berlaku pada semua bagian,” sebutnya.

Dia menambahkan bahwa secara umum manfaat atau benefit yang dijamin oleh asuransi perjalanan adalah kejadian tidak terduga yang menimpa pelanggan atau nasabah.

“Baik berhubungan dengan biaya medis atau ketidaknyamanan perjalanan. Seperti contohnya biaya medis karena kecelakaan, keterlambatan perjalanan dan kerusakan bagasi serta barang pribadi,” beber Linggawati.

Sebagai informasi, GEGI menargetkan pendapatan premi dari asuransi perjalanan sebesar Rp49,8 miliar pada 2026. Perusahaan berharap affinity partner yang  siap dengan platform digital yang sudah berjalan dapat memberikan kontribusi yang besar.

Sebelumnya, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyampaikan hampir seluruh polis asuransi perjalanan (travel insurance) standar mengecualikan risiko yang berkaitan dengan perang, konflik bersenjata, invasi atau tindakan militer.

Ketua Umum AAUI Budi Herawan menuturkan pada umumnya polis asuransi perjalanan yang beredar di pasar memberikan perlindungan terhadap risiko perjalanan yang bersifat umum.

“Seperti keterlambatan atau pembatalan perjalanan, kehilangan bagasi, biaya perawatan medis darurat selama perjalanan, evakuasi medis, hingga pemulangan ke negara asal,” katanya kepada Bisnis, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, klausul pengecualian risiko yang berkaitan dengan perang atau konflik bersenjata merupakan praktik umum di industri asuransi global, karena risiko perang termasuk risiko katastropik yang sulit diprediksi dan dihitung secara aktuaria.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPU RI Lantik Henky Mohari sebagai PAW KPU Tanjungpinang
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Apa Tujuan AS-Israel Menyerang Iran?
• 23 jam laludetik.com
thumb
Foto: Warga Nonton Rudal yang Tertancap di Tanah Suriah
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Pesan AHY ke Prabowo: Demokrat Sering Turun ke Bawah Bukan Manuver Politik, Pemilu masih Lama
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Akademisi Menilai Hanya Amerika yang Dapat Hentikan Konflik dengan Iran
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.