JAKARTA, KOMPAS.TV – Dosen Hubungan Internasional Binus University, Tia Mariatul Qibtiyah, menilai hanya Amerika Serikat (AS) yang dapat menghentikan konflik antara Amerika-Israel dengan Iran.
Tia menyampaikan analisisnya tersebut dalam dialog pada Breaking News KompasTV, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, Indonesia tidak bisa berbuat banyak terkait konflik ketiga negara karena bukan aktor yang masuk dalam konflik mereka.
“Kita tidak bisa banyak berbuat karena kita bukan aktor yang masuk ke dalam konflik mereka, pertama,” kata dia.
“Yang kedua, kita juga mengandung sistem non-blok, dimana kita memang harus senetral-netralnya, tidak bisa kita salah satu memihak,” lanjutnya.
Baca Juga: Menlu Sugiono Telepon Menlu Iran, Indonesia Siap Jadi Mediator Konflik Timur Tengah
Meski demikian, ia berharap perang antara ketiga negara dapat segera diakhiri, dan Indonesia bisa mencoba berbicara pada Donald Trump untuk menghentikan konflik.
“Bagaimana Indonesia dalam percaturan politik global itu bisa memberikan kontribusi, misalnya ya dicoba bicara misalnya kepada pihak Trump, karena saya tetap ada analisis saya semula, bahwa yang bisa men-stop ini hanya Amerika Serikat, dalam hal ini Trump,” bebernya.
“Hanya saja, Iran itu kan sekarang masalahnya sudah tidak percaya karena mereka sedang berunding tiba-tiba ada serangan dari Israel. Makanya saya selalu bilang bahwa ini provokator, provokatif dari pihak Israel,” tegasnya.
Israel dinilainya melakukan aksi provokatif karena menyerang saat Iran tengha berunding menuju ke arah positif.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- perang amerika iran
- perang israel iran
- iran
- konflik iran
- tia mariatul qibtiyah





