Bayi perempuan berumur 3 hari yang ditemukan telantar di dalam gerobak nasi uduk di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menarik simpati warga sekitar. Sejumlah warga disebut ingin mengadopsi bayi tersebut.
Marlina (49), pemilik gerobak nasi uduk tempat bayi ditemukan, mengatakan ada beberapa warga yang menyatakan ingin mengadopsi bayi tersebut.
“Katanya banyak yang mau adopsi. Cuma kalau saya mah, sebenarnya anak-anak saya, saya sih mau aja, cuma yang jagainnya enggak ada. Saya kan fokus dagang, kuliah, kerja. Jadi entar andalannya saya doang,” kata Marlina saat ditemui di kediamannya di Jalan Pejaten Raya, Jakarta Selatan, Kamis (5/3).
Marlina mengatakan, bahkan Ketua RW setempat menghubunginya terkait kemungkinan mengadopsi bayi tersebut.
“Warga sini ada, Pak RW mau, udah nge-chat saya, ‘Ibu kalau nggak mau mah saya mau ambil’, Pak RW ngomong gitu,” ujarnya.
Meski begitu, Marlina mengaku belum bisa untuk merawat bayi tersebut karena kesibukan bekerja dan kondisi keluarga.
“Saya sih mau aja kalau orang mampu mah, bisa saya mah. Cuma yang ngurusnya nih, ayahnya sakit-sakitan, saya sibuk kerja kalau sakit,” katanya.
Menurut Marlina, secara pribadi ia merasa tidak tega jika bayi tersebut tidak dirawat dengan baik. Namun ia juga khawatir tidak dapat memberikan perhatian penuh karena harus berjualan.
“Kalau bayinya ada di sisi saya, sebenarnya nggak tega, benar. Cuma kalau dipikir kalau dia sakitnya kayaknya, kalau bayi kan pasti sakit, ayahnya lagi sakit, ntar saya juga dagang di depan, fokus di depan dagang nasi uduk ini di depan kejadian sini,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi bayi saat ditemukan dalam keadaan sehat. Bahkan menurut informasi yang tertulis dalam surat yang ditemukan bersama bayi tersebut, bayi itu baru lahir sehari sebelum ditinggalkan.
“Sehat, sehat banget. Orang di surat itu lahirnya tanggal 2, kan dikirimnya tanggal 3 tuh bayi. Lahirnya sama ama saya tanggal 2 Maret,” kata Marlina.
Ia juga mengungkapkan surat yang ditemukan bersama bayi itu berisi pesan yang diduga ditulis oleh kakak bayi tersebut.
“Ada keterangan lahirnya di situ, surat itunya. Udah kayak di sinetron deh persis sinetron. Ada surat lahirnya, ‘Saya nitip anak adik saya, orang tuanya sakit, ibunya meninggal’ katanya tuh surat itu gitu. Saya nggak bisa ngurusin, gitu suratnya,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang bayi perempuan ditemukan telantar di dalam gerobak nasi uduk di Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/3) sore.
Kapolsek Pasar Minggu Kompol Anggiat Sinambela mengatakan bayi tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 17.30 WIB setelah terdengar suara tangisan dari arah gerobak.
“Saksi Dinda mendengar suara tangisan bayi dari arah gerobak yang berada di depan rumah saksi. Saat dicek, saksi melihat tas belanja FamilyMart warna hitam di dalam gerobak tersebut,” kata Anggiat dalam keterangannya, Rabu (4/3).
Saat tas tersebut dibuka, saksi menemukan seorang bayi perempuan dalam posisi miring mengenakan pakaian boneka beruang warna biru dan dibungkus selimut bayi.
Di dalam tas itu juga ditemukan sejumlah perlengkapan bayi seperti susu formula, tisu basah, sarung tangan bayi, serta secarik surat yang diduga ditulis oleh kakaknya.
Saat ini bayi tersebut telah dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, sementara polisi masih menyelidiki siapa yang meninggalkannya.





