BUMI Punya Cadangan Batu Bara 2,5 Miliar Ton, Produksi Dijaga di Level 75 Juta Ton per Tahun

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menargetkan produksi batu bara tetap stabil di kisaran 73-75 juta ton per tahun.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menargetkan produksi batu bara tetap stabil di kisaran 73-75 juta ton per tahun. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menargetkan produksi batu bara tetap stabil di kisaran 73-75 juta ton per tahun. Target tersebut ditopang oleh cadangan batu bara yang mencapai 2,5 miliar ton.

Head of Investor Relations BUMI, Yudicia Retnodewi mengatakan, hingga saat ini BUMI masih menjadi produsen batu bara thermal terbesar di Indonesia dengan dua tambang utama, yakni Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin.

Baca Juga:
IHSG Ditutup Menghijau, Saham BUMI Anjlok saat BBCA Menguat

Dia menjelaskan, pada 2024 produksi batu bara BUMI tercatat mencapai 74,7 juta ton atau sekitar 9 persen dari total produksi nasional, dan untuk tahun 2025, perseroan memperkirakan volume produksi masih berada pada kisaran yang sama.

"Dan di tahun 2025 ini, most likely (kemungkinan besar) estimasi kita juga tetap di angka 73-75 (ton) untuk full year 2025 dan ini adalah data historical production kita dari tahun 2001 sampai estimated 2025," katanya dalam acara Investor Gathering 2026 yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga:
BUMI Jadi Top Stock Sepekan, Kuasai Transaksi dan Melonjak 29 Persen

Yudicia mengatakan, bahwa BUMI juga memiliki cadangan (reserve) terbukti batu bara sekitar 2,5 miliar ton serta sumber daya (resource) mencapai 6,8 miliar ton yang berasal dari tiga tambang utama, yaitu KPC, Arutmin, dan Pendopo.

Menurut Yudicia, lokasi tambang BUMI yang strategis turut mendukung distribusi batu bara ke berbagai pasar internasional, khususnya Asia dan Eropa. Perseroan juga didukung fasilitas pertambangan terbuka dengan fasilitas pengolahan yang beroperasi 24 jam sepanjang tahun.

Selain itu, perusahaan memiliki infrastruktur pendukung seperti loading terminal, fasilitas pelabuhan, hingga captive power plant yang menjadi keunggulan kompetitif dalam operasional.

Di sisi lain, BUMI juga mulai melakukan diversifikasi bisnis untuk menghadapi ketidakpastian pasar. Selain mengantongi kepemilikan saham di PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), perseroan juga mulai masuk ke pengembangan komoditas mineral seperti emas, perak, dan bauksit.

Sementara itu, dari sisi kinerja keuangan hingga sembilan bulan 2025, BUMI mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 12 persen dan kenaikan laba kotor hingga 7 persen. Meski laba bersih tercatat turun 56 persen, penurunan tersebut dipengaruhi adanya penyesuaian transaksi non-tunai pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Secara full year kalau dilihat dari 2024 versus 9 bulan 2025 kita masih on-track (sesuai target) untuk growth (pertumbuhan) dari batu baranya ini dari pendapatan selama full year 2025,” kata Yudicia.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hanung Bramantyo Sempat Takut Garap Remake Film Children of Heaven, Bongkar Trauma Film Anak di Industri Perfilman
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Perusahaan Keluarga Bupati Pekalongan Menang Tender di 21 SKPD
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Borneo FC Bangkit Dua Kali, Fabio Lefundes Syukuri Hasil Imbang 2-2 di Kandang Persija
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Fadia Arafiq Mengaku Tak Paham Hukum
• 1 jam lalucumicumi.com
thumb
Usai Insiden IPTU N Tembak Remaja Hingga Tewas di Makassar, Mabes Polri Tegas Terus Evaluasi Terkait Penggunaan Senjata
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.