BPOM Temukan Mi Kuning Berformalin di Takjil, Pedagang Jangan Gunakan Pengawet dan Pewarna Berbahaya

suara.com
4 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Kepala BPOM, Taruna Ikrar, inspeksi takjil dan melarang penggunaan pengawet atau pewarna berbahaya dalam makanan berbuka.
  • BPOM menemukan mi kuning mengandung formalin setelah menguji lebih dari 2.000 sampel pangan di berbagai lokasi.
  • BPOM juga mengawasi parsel Idulfitri dan mengimbau masyarakat menerapkan prinsip Cek KLIK saat membeli pangan.

Suara.com - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Taruna Ikrar, menegaskan makanan takjil yang dijual untuk berbuka puasa tidak boleh mengandung bahan berbahaya seperti pengawet, pewarna, maupun formalin.

Hal itu disampaikan Taruna saat melakukan inspeksi langsung ke lapak penjual takjil di sekitar kantor BPOM.

Dalam kegiatan tersebut, ia juga membeli beberapa jenis takjil sambil berdialog dengan pedagang.

“Makanan takjil seperti ini penting untuk diolah dengan aman, jangan menggunakan bahan pengawet, pewarna, atau bahan-bahan yang berbahaya untuk pangan,” kata Taruna dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).

BPOM mencatat masih ditemukan penggunaan zat berbahaya pada pangan yang dijual untuk berbuka puasa. Dari hasil pengawasan, salah satu temuan adalah mi kuning yang mengandung formalin.

Taruna mengatakan pihaknya telah memeriksa lebih dari 2.000 sampel dari berbagai lokasi, mulai dari fasilitas produksi pangan, pasar tradisional, hingga pedagang kaki lima.

Sampel tersebut diuji menggunakan laboratorium mobil keliling BPOM untuk mendeteksi bahan berbahaya dalam makanan.

“Kami masih menemukan makanan yang mengandung formalin, yaitu mi kuning. Tentu, pedagang kami minta untuk tidak menggunakan lagi mi tersebut dan selanjutnya akan kami berikan pembinaan agar tidak menggunakan lagi mi berformalin tersebut,” ujarnya.

Selain pengawasan takjil, BPOM juga menyoroti potensi pelanggaran dalam penjualan parsel menjelang Idulfitri. Taruna mengingatkan pelaku usaha agar tidak memasukkan produk rusak atau kedaluwarsa ke dalam kemasan parsel.

Baca Juga: Wajib Coba, Food Avenue Baru di Bogor Tawarkan Surga Kuliner Ramadan: Dari Soto Hingga Bakso!

“Permintaan parsel meningkat luar biasa sehingga kadang digunakan pengusaha untuk cuci gudang. Kami akan bertindak tegas dan melakukan inspeksi mendadak secara rahasia untuk memastikan isi parsel sesuai aturan,” kata dia.

Sejak satu minggu sebelum Ramadan, BPOM telah mengerahkan laboratorium keliling ke pasar-pasar dan sentra penjualan takjil di berbagai daerah untuk memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

“Hampir di seluruh Indonesia kita lakukan hal yang sama. Fokus kami adalah memastikan makanan, minuman, hingga obat yang dikonsumsi masyarakat betul-betul aman dari zat berbahaya seperti formalin dan pewarna terlarang,” kata Taruna.

BPOM juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat membeli makanan, terutama menjelang Idulfitri ketika peredaran pangan meningkat. Untuk makanan kemasan, masyarakat diminta menerapkan prinsip Cek KLIK, yakni mengecek kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hujan Angin di Bandung Tumbangkan Puluhan Pohon, Sejumlah Kendaraan Rusak Tertimpa
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Polri Serahkan Uang Rp58 Miliar Hasil Pencucian Uang Judi Online ke Kejaksaan
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Pelatih Persik Vs PSBS di BRI Super League: Adu Cerdik 2 Arsitek Beda Generasi
• 14 jam lalubola.com
thumb
Kapal Perang Iran Tenggelam, Awaknya Diselamatkan Tetangga RI
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BRIN Sebut MBG Bisa Dongrak PDB RI hingga Rp26 Triliun dan Serap 183 Ribu Tenaga Kerja
• 14 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.