Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengatakan telah menerima surat resmi belasungkawa dari Presiden Prabowo Subianto. Surat itu disampaikan oleh Menlu Sugiono kepada Boroujerdi, Rabu (4/3), atas wafatnya Pemimpin Besar Iran Ayatollah Ali Khamenei.
“Dalam beberapa hari ini kami telah menerima banyak sekali pesan solidaritas dari masyarakat Indonesia. Kami juga telah menerima surat resmi belasungkawa dari Yang Mulia Bapak Prabowo Subianto kepada Presiden Iran berkaitan dengan peristiwa yang terjadi,” jelas Boroujerdi saat acara doa bersama dan penandatanganan petisi di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).
“Banyak akademisi, cendekiawan, para guru dari pengusaha, perwakilan dari ormas, ulama, berbagai tokoh menyampaikan solidaritasnya dan pesan belasungkawa. Mohon maaf apabila kami masih belum bisa membalas satu demi satu,” lanjutnya.
Boroujerdi menjelaskan berbagai kegiatan doa dan majelis duka juga banyak digelar di Indonesia oleh kelompok masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas keagamaan.
“Dan pada kesempatan ini tentu saya mengetahui bahwa telah terdapat banyak sekali majelis doa bersama, majelis tahlil, dengan yang diselenggarakan berbagai badan, kumpulan masyarakat, ormas dan lain sebagainya,” ungkap Boroujerdi.
“Tetapi saya juga telah diminta oleh berbagai kalangan masyarakat Indonesia untuk menyelenggarakan acara seperti ini. Dan untuk itu saya mengadakan acara ini,” sambungnya.
Ia mengatakan kedutaan membuka ruang bagi masyarakat Indonesia yang ingin menyampaikan rasa duka secara langsung.
“Saya tahu bahwa banyak sekali acara kegiatan dan majelis duka yang sedang diselenggarakan di Indonesia. Dan ini saya diminta dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia agar terdapat kesempatan untuk mereka dapat mengekspresikan dirinya dan menyampaikan belasungkawa kepada kami, yang mana saya mewakili Kedutaan Iran sebagai Duta Besar, akan siap untuk menerimanya,” tutur dia.
Menurut Boroujerdi, antusiasme masyarakat sangat tinggi dalam acara doa bersama di kediaman duta besar.
“Berkaitan dengan sambutan masyarakat untuk acara ini begitu banyak, maka kami akan mempersingkat acaranya. Kami hanya akan mengadakan acara doa bersama secara singkat agar kita semua gantian,” jelas Boroujerdi.
“Tentu saja terdapat beberapa ruang dan tempat untuk masyarakat Indonesia bisa menandatangani petisi yang telah ada, sekadar menuliskan kata hatinya dalam lembaran-lembaran yang telah disediakan,” sambungnya.
Boroujerdi juga menyampaikan doa bagi almarhum Khamenei.
“Dan tentu pada akhirnya saya ingin mendoakan almarhum Pemimpin Agung Republik Islam Iran, Syahid Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, ketenangan di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Saya juga ingin mendoakan kesuksesan untuk serdadu-serdadu Islam yang di medan perang sekarang sedang berhadapan dengan para musuh,” kata dia.





