Pelatih Baru, Harapan Suram! Semen Pedang Resmi Pecat Dejan Antonic, Bagaimana dengan Tomas Trucha di PSM dan Milomir Seslija di Persis Solo?

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, PADANG — Langit sepak bola Indonesia kembali bergolak. Dalam kompetisi yang tak pernah benar-benar memberi waktu untuk bernapas, satu kursi pelatih kembali tumbang. Kali ini giliran Dejan Antonic yang harus meninggalkan bangku kepelatihan Semen Padang FC—sebuah keputusan yang terasa seperti gema dari tekanan panjang yang menyelimuti klub-klub papan bawah Super League musim ini.

Keputusan itu diumumkan secara resmi oleh manajemen Semen Padang melalui akun media sosial klub pada Kamis. Dalam unggahan singkat namun penuh makna, manajemen menyampaikan ucapan terima kasih kepada pelatih asal Serbia tersebut.

“Thanks Coach Dejan Antonic. All the best, Coach! Keep doing great things,” tulis manajemen Semen Padang.

Di balik kalimat sederhana itu tersimpan sebuah kenyataan pahit: perjalanan Dejan Antonic bersama Kabau Sirah berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.

Pemecatan tersebut datang hanya beberapa saat setelah Semen Padang gagal meraih kemenangan saat menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Haji Agus Salim, Padang. Laga yang berakhir tanpa gol itu sebenarnya menyisakan banyak peluang bagi tim tuan rumah. Namun peluang demi peluang yang tercipta tak satu pun mampu dikonversi menjadi gol.

Hasil imbang itu menjadi titik jenuh kesabaran manajemen.

Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, tidak menutupi kekecewaannya. Melalui pernyataan di akun resminya, ia menegaskan bahwa performa tim membutuhkan perubahan cepat.

Menurut Andre, keputusan mengganti pelatih merupakan bagian dari upaya memperbaiki performa tim yang hingga kini masih terjebak di zona degradasi.

Hingga pekan ke-24 Super League 2025/2026, Semen Padang baru mengoleksi 17 poin dari 24 pertandingan. Posisi mereka berada di peringkat ke-17 klasemen—satu tingkat di atas juru kunci—situasi yang membuat masa depan klub di kasta tertinggi semakin terancam.

Bagi Dejan Antonic sendiri, hasil imbang melawan PSIM menjadi potret frustrasi yang sulit disembunyikan. Seusai pertandingan, ia mengakui timnya memiliki cukup peluang untuk memenangkan laga, namun kegagalan memaksimalkan kesempatan membuat kemenangan kembali menjauh.

Seperti pelatih pada umumnya, Dejan mengaku telah menyiapkan berbagai skema latihan, termasuk fokus pada penyelesaian akhir. Tetapi sepak bola sering kali memiliki logika sendiri—strategi yang matang tak selalu berbuah hasil di lapangan.

Pemecatan Dejan Antonic kini menambah daftar panjang pergantian pelatih dalam kompetisi Super League musim ini. Fenomena ini memperlihatkan betapa tipisnya batas antara harapan dan kegagalan di dunia sepak bola profesional.

Namun gema dari keputusan Semen Padang tidak berhenti di Padang.

Di tempat lain, tekanan serupa juga mulai terasa.

Di Makassar, kursi pelatih PSM yang saat ini diduduki Tomas Trucha perlahan ikut disorot. Pelatih asal Republik Ceko itu datang dengan ekspektasi besar: membawa Pasukan Ramang kembali bersaing di papan atas.

Saat pertama kali ditunjuk, target yang dibebankan kepadanya cukup jelas—PSM diharapkan mampu menembus lima besar klasemen Super League musim ini.

Namun perjalanan kompetisi justru membawa PSM ke arah yang berbeda.

Alih-alih bersaing di papan atas, tim kebanggaan Sulawesi Selatan itu kini masih berkutat di papan tengah bawah. Hingga pekan terakhir, PSM berada di posisi ke-13 klasemen dengan koleksi 23 poin.

Jarak mereka dengan zona degradasi pun tidak terlalu aman—hanya terpaut lima poin dari PSBS Biak yang berada di batas merah.

Statistik performa di bawah kepemimpinan Trucha juga belum menunjukkan lonjakan signifikan. Dari 15 pertandingan yang telah dijalani, PSM hanya mampu mengumpulkan 14 poin melalui empat kemenangan dan dua hasil imbang. Sembilan laga lainnya berakhir dengan kekalahan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, tim gagal meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir—termasuk lima kekalahan beruntun yang membuat atmosfer tim semakin tertekan.

Dalam situasi seperti ini, kursi pelatih memang selalu menjadi posisi paling rentan.

Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, mengakui bahwa manajemen saat ini tengah melakukan evaluasi terhadap performa tim. Diskusi internal bahkan telah berlangsung selama dua hari terakhir untuk menilai arah tim ke depan.

Namun keputusan final belum diambil.

PSM masih menunggu satu laga penting yang diyakini dapat menjadi penentu arah selanjutnya.

Pertandingan melawan Malut United di Stadion Kie Raha, Ternate, pada Sabtu mendatang dipandang sebagai momen krusial bagi masa depan Tomas Trucha di Makassar. Laga tersebut tidak hanya menentukan posisi PSM di klasemen, tetapi juga bisa menjadi titik balik karier sang pelatih di klub tersebut.

Dalam sepak bola modern, momentum sering kali lebih berharga daripada strategi jangka panjang. Satu kemenangan dapat menyelamatkan kursi pelatih, sementara satu kekalahan dapat mengakhiri segalanya.

Apa yang dialami Dejan Antonic bersama Semen Padang menjadi pengingat keras akan realitas itu.

Dan kini, di tengah ketidakpastian musim, satu pertanyaan mulai beredar di kalangan pengamat dan suporter: apakah pemecatan di Padang hanyalah awal dari gelombang perubahan yang lebih besar di Super League?

Jawabannya mungkin akan segera terlihat.

Karena dalam sepak bola, terutama ketika hasil tak kunjung datang, waktu sering kali menjadi kemewahan yang tidak dimiliki seorang pelatih.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai Viral Dugaan Asusila, Pemprov DKI Tambah Lampu Sorot di Hutan Kota Cawang
• 37 menit laluliputan6.com
thumb
Kejari Belopa Tahan Mantan Anggota DPR RI Muh Fauzi! Wakil Ketua DPRD Luwu Zulkifli juga Dijebloskan ke Tahanan
• 27 menit laluharianfajar
thumb
Remaja 18 Tahun Tewas Tertembak Polisi di Makassar, Ibu Korban: Ada Bekas Penganiayaan di Tubuh
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Jelang Lebaran, DPR Minta Pemerintah Antisipasi Lonjakan Harga Pangan
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Perkuat Sinergi, Kodim 1425 Jeneponto Pererat Silaturahmi dengan Insan Pers di Bulan Suci Ramadhan 1447 H
• 22 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.