Budaya Batak belakangan semakin kerap muncul dalam berbagai karya film Indonesia. Bagi produser, sutradara, sekaligus komika Muhadkly Acho, fenomena tersebut bukan tanpa alasan.
Muhadkly Acho dikenal kerap menghadirkan latar keluarga Batak dalam karyanya. Mulai dari film Agak Laen hingga proyek terbarunya, Gak Ada Matinya!, yang kembali menampilkan dinamika keluarga dengan akar budaya Batak.
Menurut Acho, penggunaan latar tersebut bukan sekadar pilihan artistik, melainkan juga cerminan bahwa budaya Batak kini semakin akrab di ruang publik.
“Memang secara visual, secara representasi, bagaimanapun Batak itu sekarang sudah menjadi pop culture juga. Jadi menurutku enggak ada salahnya (mengangkat) hal yang selama ini jarang diangkat,” kata Acho di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (18/2).
Muhadkly Acho soal Latar Keluarga Batak di FilmAcho menilai bahwa kemunculan latar keluarga Batak di layar lebar juga menjadi langkah positif dalam memperkaya keberagaman cerita di perfilman Indonesia.
“Jadi kita enggak melulu Jakarta sentris. Enggak ada salahnya kita bikin keluarga dari latar belakang orang Sumatera gitu,” tuturnya.
Sementara itu, dalam film Gak Ada Matinya!, pemilihan latar keluarga Batak juga berkaitan erat dengan isu yang diangkat, yakni soal parenting dan perbedaan pola asuh antar generasi.
“Kita mengangkat isu parenting, ada gap antara pemahaman parenting antara generasi lama dengan generasi baru dan menurutku kayaknya latar belakang keluarga Batak itu bisa merepresentasikannya gitu,” ucap Acho.
Menurut Acho, karakteristik keluarga Batak yang dikenal kuat dengan nilai tradisi dan struktur keluarga yang tegas membuat konflik antargenerasi terasa lebih dramatis.
“Batak itu identik dengan ada garis patriarkinya, jadi kayaknya kalau kita latarnya keluarga Batak ini akan jadi lebih kuat gitu untuk menunjukkan konfliknya,” ungkap Acho.
Film terbaru dari Acho, Gak Ada Matinya!, akan bekerja sama dengan perusahaan MD Pictures. Film ini akan memiliki genre komedi-dark comedy dan direncanakan tayang tahun ini.





