BEKASI, DISWAY.ID-- Seorang balita berjenis kelamin laki-laki diduga menjadi sandera oleh seorang perempuan berinisial W di wilayah Cakung, Jakarta Timur.
Dugaan penyanderaan itu dilakukan rentenir berusia 40 tahun itu disebabkan karena orang tuanya berinsiial FS mempunyai tagihan Rp 1,3 juta.
BACA JUGA:KP2MI Ungkap Data Terbaru Kondisi Pekerja Migran Indonesia di Timur Tengah
BACA JUGA:Perang Pecah di Timur Tengah, BPOM Jamin Stok Pangan Lokal Aman Tanpa Impor
Tidak hanya penyanderaan saja, tetapi FS mengakui adanya tindakan kekerasan yang dilakukan rentenir itu pada Minggu, 2 Maret 2026 malam sekira pukul 23.08 WIB.
FS pun menerima kabar dari suaminya bahwa sang buah diduga sedang disandera karena tak kunjung membayar tagihannya.
Untuk itu, rentenir ini pun berupaya melakukan segala cara agar berhasil menagih dari korban.
"Saya dikabari kalau anak saya itu seperti disandera. Katanya jagan dikasih dulu sebelum saya datang," kata FS di Bekasi pada Kamis, 5 Maret 2026.
BACA JUGA:Stok Pangan Nasional Jadi Sorotan di Tengah Perang AS-Iran, Pakar Khawatirkan Hal Ini
BACA JUGA:Berikut Syarat Administrasi Pemakaman Gratis Pemprov DKI Jakarta di 82 TPU
Merasa khawatir dengan kondisi anaknya, FS dan suaminya pun segera menyusulkan dari Bintara tempat anaknya dititipkan di Cakung dengan berjalan kaki.
Setibanya mereka dilokasi, FS pun sempat beradu mulut dengan W sampai-sampai mereka diteriaki maling oleh rentenir ini.
"Dia (W) datang tolak pinggang sambil maki-maku saya dengan kata-kata binatang. Saya bilang 'enak saja anak saya ditahan-tahan, dijadikan jaminan," ungkapnya.
Melihat kejadian tersebut, FS pun langsung membuat laporan ke Polres Metro Bekasi Kita pada Senin, 3 Maret 2026 pagi WIB.
BACA JUGA:Konflik Timur Tengah, BPOM Akui Indonesia Masih Ketergantungan Obat Impor
- 1
- 2
- »





