Perang Pecah di Timur Tengah, BPOM Jamin Stok Pangan Lokal Aman Tanpa Impor

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Di tengah eskalasi konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah, kekhawatiran akan tersendatnya rantai pasokan kebutuhan pokok mulai menghantui global. Tak terkecuali di Indonesia.

Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membawa kabar menyejukkan bagi publik tanah air. Indonesia diklaim berada dalam posisi yang relatif aman dari ancaman krisis pangan meski Amerika Serikat (AS) terus menerus menggempur Iran.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa kemandirian pangan Indonesia saat ini menjadi benteng pertahanan utama dalam menghadapi dampak domino peperangan yang sedang terjadi di Timur Tengah.

BACA JUGA:Stok Pangan Nasional Jadi Sorotan di Tengah Perang AS-Iran, Pakar Khawatirkan Hal Ini

BACA JUGA:Berikut Syarat Administrasi Pemakaman Gratis Pemprov DKI Jakarta di 82 TPU

Berbeda dengan sektor lain yang mungkin goyah, urusan perut rakyat Indonesia disebut sudah memiliki fondasi yang cukup kokoh.

"Kita bersyukur dalam konteks kenegaraan kita, pasokan kita sudah tidak mengimpor beras lagi. Beberapa produk pangan strategis kita juga sudah mampu diproduksi sendiri di dalam negeri," ujar Taruna saat ditemui di kantor BPOM, Rabu 4 Maret 2026.

Menurut Taruna, keberhasilan Indonesia lepas dari ketergantungan impor beras menjadi kunci utama mengapa masyarakat tidak perlu panik berlebihan.

Saat jalur perdagangan internasional terganggu akibat perang, ketersediaan bahan pangan lokal justru menjadi penyelamat stabilitas nasional.

BACA JUGA:Berikut Syarat Administrasi Pemakaman Gratis Pemprov DKI Jakarta di 82 TPU

BACA JUGA:1 dari 4 Orang Indonesia Kegemukan, 'Sahabatnya' Penyakit Stroke hingga Diabetes

BPOM memandang bahwa obat dan makanan bukan sekadar komoditas dagang, melainkan instrumen vital ketahanan negara. Oleh karena itu, kesiapan yang telah disusun sejak beberapa tahun silam kini mulai menunjukkan hasilnya.

"Sampai sekarang, menurut hitungan-hitungan kita yang tersedia dari perusahaan-perusahaan besar, kita masih punya kecukupan. Jadi, insya Allah kita tidak akan mengalami kelangkaan makanan," imbuhnya dengan nada optimis.

Meski memberikan jaminan di sektor pangan, Taruna tidak menutup mata terhadap tantangan di sektor farmasi. Ia mengakui bahwa ketergantungan bahan baku obat pada jalur impor masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diwaspadai pengaruhnya terhadap fluktuasi harga.

BACA JUGA:Viral Video Peziarah Katolik Terjebak di Yordania, Begini Penjelasan KBRI Amman

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengamat: BHR untuk Mitra Ojol Bentuk Kebijakan Perusahaan Berbasis Produktivitas
• 23 jam lalusuara.com
thumb
DPR Warning Perjanjian Dagang RI–AS: Jangan Sampai UMKM Tersingkir dan APBN Tertekan
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
OJK: Spin Off Bank Syariah Jalan Terbaik Dorong Keuangan Syariah
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Kamis 5 Maret 2026 Turun, Cek Rincian Terbarunya
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Amiruddin Al Rahab Dilantik Jadi Anggota Komnas HAM Antarwaktu
• 23 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.