JAKARTA, KOMPAS.com - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengenang Almarhum Ayatollah Ali Khamenei (86), Pemimpin Tertinggi Iran yang tewas saat serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, pada Sabtu (28/2/2026).
Dalam acara penandatanganan petisi dan doa bersama pada Kamis (5/3/2026), Boroujerdi, mengatakan bahwa Khamenei merupakan Pemimpin Agung yang menghabiskan hidupnya untuk urusan negara hingga persatuan umat Muslim.
“Kami hari ini berduka atas kehilangan seorang Pemimpin Agung yang cinta kepada Anda semua, cinta kepada seluruh rakyat yang mencintai beliau. Dan ia selalu mendoakan Anda semua,” kata Boroujerdi di rumah dinas Duta Besar Iran, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis.
Baca juga: Iran Sebut Khamenei Haramkan Senjata Nuklir Sebelum Tewas oleh AS-Israel
Selama dedikasinya untuk negara, Boroujerdi menyatakan bahwa Khamenei tidak pernah sekalipun berkompromi dengan musuh.
“Ia adalah seorang pemimpin yang tidak pernah senyum dengan rezim Zionis Israel," kata Boroujerdi.
Sebab, Khamenei disebut selalu melawan berbagai hegemoni kekerasan dan genosida hingga pembunuhan.
“Para musuh membunuh Pemimpin Agung kami dengan tuduhan sedang mencoba untuk membangun senjata nuklir,” ujar dia.
“Ini terjadi pada saat beliau telah memiliki fatwa bahwa berbagai produk penyimpanan, produksi, maupun penggunaan senjata nuklir haram fatwanya,” tambah dia.
Baca juga: Dubes Iran Terima Surat Belasungkawa Prabowo atas Wafatnya Khamenei
Padahal, Boroujerdi menyebut Khamenei merupakan pemimpin yang kerap berupaya menyebarluaskan perdamaian dan stabilitas.
"Ia percaya bahwa apabila umat Muslim ingin menjadi umat yang agung dan mulia, maka mereka harus terus mengambil sikap yang tegas berhadapan dengan Zionis,” tegas Boroujerdi.
KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, saat ditemui di rumah dinasnya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).
Prabowo sampaikan belasungkawa atas wafatnya Khamenei
Presiden Prabowo mengirimkan surat belasungkawa atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei.
Surat itu diberikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dalam pertemuan dengan Duta Besar Republik Islam Iran, Mohammad Boroujerdi, pada Rabu (4/3/2026) kemarin.
Momen pertemuan itu diunggah Sugiono lewat akun X, @Menlu_RI pada hari yang sama.
"Saya juga menyampaikan surat dari Presiden @prabowo kepada Presiden Masoud Pezeshkian yang menyampaikan belasungkawa terdalam atas wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran," kata Sugiono dalam unggahannya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang