Kinerja SMF 2025: Aset Capai Rp66,814 Triliun, NPL Terjaga di 0,003%

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mencatatkan aset Rp66,814 triliun pada akhir 2025, meningkat dua digit dari tahun sebelumnya.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan bahwa angka tersebut merupakan hasil dari tata kelola yang baik yang diterapkan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pembiayaan tersebut. Dari audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) setiap tahunnya, SMF mendapatkan hasil audit yang sangat baik.

“Ini untuk GCG-nya [good corporate governance]. Dan itu terlihat dari kekuatan finansial kita dan aset kita yang ada, yang saat ini sudah totalnya kurang lebih Rp66 triliun,” jelasnya dalam konferensi pers kinerja 2025 SMF di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Jumlah aset SMF tersebut meningkat 8,046 triliun atau 14,92% (year on year/YoY), yaitu dari angka Rp58,138 triliun pada 2024. Ini melanjutkan tren positif dari tahun-tahun sebelumnya.

Ananta mengatakan bahwa kinerja keuangan SMF terus tumbuh setelah masa pandemi Covid-19. Pada 2021, aset SMF berjumlah Rp33,727 triliun dan angka itu turun 2,28% (YoY) atau Rp770 miliar menjadi Rp32,957 triliun pada 2022.

Keadaan berbalik pada 2023, ketika aset SMF meningkat sebesar 38,69% (YoY) menjadi Rp45,708 triliun. Tren berlanjut dengan adanya kenaikan aset sebesar Rp13,060 triliun atau 28,97% (YoY) menjadi Rp58,138 triliun pada 2024.

Baca Juga

  • Cerita Dirut PT SMF 'Pontang-panting' Biayai Program 3 Juta Rumah
  • SMF Kucurkan Rp20,88 Triliun ke Penyalur Pembiayaan Perumahan, Naik 22,75%

Selain dalam jumlah aset, Ananta menyebut bahwa kinerja baik yang dipunyai perusahaan juga tercermin dari angka non-performing loan (NPL) atau risiko kredit macet perusahaan yang kecil. 

Pada 2025, dia mengatakan bahwa SMF mempunyai NPL bersih sebesar 0,003%. Hal tersebut menandakan bahwa perusahaan pembiayaan tersebut memiliki kualitas kredit yang baik dan kondisi keuangan yang stabil.

Kinerja keuangan SMF lain pun juga tumbuh pada 2025. Hingga akhir tahun, perusahaan memperoleh pendapatan sebesar Rp3,103 triliun, meningkat 8,16% (YoY) dari Rp2,869 triliun. Sementara itu, laba bersihnya pada periode yang sama mencapai Rp565 miliar, tumbuh 4,63% (YoY) dari Rp540 miliar.

Ekuitas SMF pada hingga akhir 2025 berada di angka Rp27,726 triliun, melonjak sebesar 24,85% (YoY) dari Rp20,560 triliun. Kemudian, BUMN tersebut mempunyai liabilitas di angka Rp39,088 triliun, naik 4,02% (YoY) dari Rp37,578 triliun.

Tidak ketinggalan, nilai beban, pajak, dan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) SMF berada di angka Rp2,537 triliun pada akhir 2025, meningkat sebesar 8,93% (YoY) dari Rp2,329 triliun.

“Kinerja keuangan 2025 sudah diaudit wajar dalam semua hal yang material oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro, dan Surja atau kita sebut EY,” pungkas Ananta. (Laurensius Katon Kandela)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus, Warga Diminta Jauhi Radius 4 Km
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Negara di Asia Tahan Ekspor Minyak-BBM Imbas Perang, Importir Mulai Panik
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
BGN Minta Kepala Daerah Awasi Menu MBG: Cek Dapur SPPG, Gizinya Benar atau Tidak
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Arsenal Kian Kokoh di Puncak, City Tertahan, MU Tumbang di Kandang Newcastle
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tiket FIFA Series 2026 di GBK Sudah Bisa Diakses via Kita Garuda, Ini Harga dan Cara Beli!
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.