Perkembangan kendaraan ramah lingkungan dan new energy vehicle (NEV) di Indonesia saat ini bergerak ke arah positif, saat ini di pasar otomotif tersedia dua jenis mobil NEV, yakni mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV), dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik.
Keduanya sama-sama memiliki kabel untuk diisi daya (charge) dan dari sisi teknologi mobil keduanya menawarkan efisiensi energi dan emisi yang lebih rendah dibanding mobil konvensional. Namun cara kerja dan karakter penggunaannya cukup berbeda.
Cara Kerja PHEVMobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) menggunakan dua sumber tenaga sekaligus, yakni motor listrik yang ditenagai baterai serta mesin bensin dan perkembangannya terkini juga sudah ada yang menggunakan solar seperti yang diperkenalkan oleh GWM.
Baterai mobil PHEV dapat diisi ulang melalui colokan listrik seperti mobil listrik pada umumnya. Namun jika daya baterai habis, kendaraan masih dapat berjalan menggunakan mesin bensin. Beberapa model PHEV yang dijual di pasar otomotif Indonesa antara lain: Chery Tiggo 8 CSH, Chery Tiggo 9 CS, Jaecoo J7 SHS, Jaecoo J8 SHS, Wuling Darion PHEV.
Cara Kerja BEVBerbeda dengan PHEV, Battery Electric Vehicle (BEV) sepenuhnya mengandalkan motor listrik dan baterai tanpa mesin bensin sama sekali.
Energi untuk menggerakkan kendaraan berasal dari baterai yang diisi melalui charging station atau charger rumah. Karena tidak memiliki mesin pembakaran, mobil BEV tidak menghasilkan emisi gas buang.
Mobil ini tidak memiliki mesin, tidak ada piston, dan tentu saja tidak ada knalpot dan seluruh tenaga berasal dari baterai raksasa yang menggerakkan motor listrik.
Jika baterai habis, Anda wajib mencari colokan. Namun, dengan teknologi 2026, jarak tempuh rata-rata BEV kini sudah mencapai 400-600 km sekali isi daya.
Di Indonesia, beberapa contoh mobil BEV populer antara lain Wuling Air EV, Hyundai Ioniq 5, dan BYD Seal, dan lain sebagainya.
Perbandingan Biaya Operasional BulananSalah satu alasan utama konsumen beralih ke kendaraan elektrifikasi adalah potensi penghematan biaya operasional. Namun besarnya biaya tetap bergantung pada pola penggunaan kendaraan.
Konsumsi Listrik vs BBMDi tengah kenaikan harga BBM per Maret 2026, efisiensi energi menjadi poin krusial, bila dihitung dengan tarif terbaru per 5 Maret 2026:
- Mobil Listrik (BEV): Rata-rata konsumsi 1 kWh untuk 7 km. Dengan tarif listrik rumah tangga (R-2/R-3) sekitar Rp1.699/kWh, maka biaya per km hanya Rp242.
- Mobil Bensin/PHEV (Mode Bensin): Anggaplah konsumsi 1 liter Pertamax (Rp12.300) untuk 15 km. Biaya per km mencapai Rp820.
Kesimpulan: Menggunakan BEV atau mode listrik pada PHEV sekitar 3 kali lebih murah dibandingkan mengisi bensin.
Biaya ServisBEV punya keunggulan dari segi biaya servis dibandingkan dengan jenis PHEV, karena BEV adalah mobil tanpa mesin pembakaran, jadi tidak perlu mengganti oli mesin, filter oli, busi, atau van belt. Servis rutin BEV biasanya hanya meliputi pengecekan sistem baterai, filter AC, dan minyak rem.
Sebaliknya, pemilik PHEV tetap harus melakukan perawatan baik servis mesin bensin rutin plus perawatan sistem elektrikal. Data terbaru 2026 menunjukkan biaya perawatan PHEV bisa 2–3 kali lebih tinggi dibanding BEV dalam jangka 5 tahun.
Perbandingan Harga & Insentif PajakPer Januari 2026, peta insentif di Indonesia mengalami perubahan signifikan karena pemerintah kini lebih fokus pada mobil yang dirakit lokal (CKD). Dan berikut perbandingannya:
- BEV (Lokal): Masih menikmati PPN DTP (PPN hanya 1%), bebas ganjil-genap, dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang hanya 10% dari tarif normal.
- BEV (Impor/CBU): Per 2026, insentif pajak impor utuh mulai diperketat. Harganya kini melambung dibanding tahun lalu.
- PHEV: Meskipun ramah lingkungan, PHEV masih dikenakan PPnBM yang lebih tinggi dibanding BEV karena tetap memiliki emisi gas buang, meski mendapatkan diskon pajak daerah di beberapa provinsi.
Secara umum di Indonesia, harga mobil listrik murni saat ini bervariasi mulai dari sekitar Rp200 jutaan hingga lebih dari Rp1 miliar, tergantung merek dan fitur.
Mana yang Lebih Cocok untuk Penggunaan Harian?Pilihan antara PHEV dan BEV sangat bergantung pada kebutuhan pengguna.
Untuk mobilitas harian di dalam kota dengan jarak tempuh relatif pendek, mobil listrik murni atau BEV lebih praktis dan hemat karena tidak membutuhkan bahan bakar sama sekali.
Namun bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jarak jauh atau tinggal di daerah dengan infrastruktur charging terbatas, mobil PHEV bisa menjadi pilihan lebih fleksibel karena tetap memiliki mesin bensin sebagai cadangan tenaga.
Tabel Perbandingan Lengkap PHEV vs BEV Fitur Plug-in Hybrid (PHEV) Mobil Listrik Murni (BEV) Sumber Tenaga Bensin + Baterai (Plug-in) Baterai Penuh Emisi Gas Buang Ada (Rendah) Nol Bebas Ganjil-Genap Tidak (Beberapa wilayah) Ya (Mutlak) Biaya Energi Sedang - Murah Sangat Murah Kecemasan Jarak Tidak Ada Ada (Tergantung Infrastruktur) Pajak Tahunan Normal/Diskon Kecil Sangat Rendah (Diskon 90%) Kompleksitas Mesin Tinggi (Dua Sistem) Rendah (Simpel)




