Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI), Jusuf Kalla, menginstruksikan kepada jajarannya di seluruh Indonesia untuk melakukan qunut nazilah. Hal ini merespons sejumlah peristiwa kekerasan yang terjadi, termasuk penyerangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran.
"Sehubungan dengan semakin memprihatinkannya eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama akibat penyerangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta terus terjadinya genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap bangsa Palestina, maka Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia menyerukan/mengajak seluruh Pimpinan dan Anggota DMI, pengurus DKM/Takmir masjid/musala, serta umat Islam agar memanjatkan qunut nazilah di dalam rangkaian salat Jumat (maupun sendiri-sendiri) untuk mendoakan keselamatan negara dan bangsa Iran, Gaza Palestina, negara-negara Islam di kawasan Timur Tengah, serta untuk kebaikan bagi bangsa dan negara Indonesia," demikian instruksi yang ditandatangani oleh JK pada Kamis (5/3).
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI ini berharap seruan itu menjadi perhatian dan dilaksanakan bersama-sama. Surat dengan nomor 035.C/III/SE/PP-DMI/III/2026 itu ditembuskan ke pimpinan DMI Pusat hingga daerah, organisasi otonom DMI, pengurus DKM dan takmir masjid dan musala se Indonesia, serta seluruh Umat Islam Indonesia.
Sebelumnya, Israel bersama AS melakukan serangan ke sejumlah lokasi di Iran. Serangan itu berdampak pada gugurnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khomeini.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Khamenei gugur pada Sabtu (28/2) dalam serangan udara yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat. Ia meninggal dunia pada usia 86 tahun.
Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Iran dengan menarget sejumlah pangkalan militer AS di negara teluk.




