Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Singkawang
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyerap berbagai aspirasi generasi muda dalam dialog terbuka bersama pelajar, mahasiswa, dan masyarakat di Singkawang, Kalimantan Barat, Senin 2 Maret 2026 malam.
Dalam suasana santai namun penuh substansi, AHY berdiskusi langsung dengan generasi Z yang menyampaikan pandangan serta harapan mereka terkait pembangunan daerah, khususnya di sektor infrastruktur.
"Saya senang sekali malam ini penuh dengan sukacita, tetapi juga membahas isu-isu yang penting dan fundamental. Anak-anak muda Singkawang luar biasa. Mereka menyampaikan pertanyaan dan harapan yang sangat konkret dan visioner," kata AHY dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 5 Maret 2026.
Sejumlah isu strategis mencuat dalam dialog tersebut, di antaranya peningkatan konektivitas jalan di Kalimantan Barat, penguatan infrastruktur pendidikan dan kesehatan, hingga ketersediaan air bersih untuk masyarakat.
Menurut AHY, aspirasi yang disampaikan generasi muda menunjukkan kesadaran yang kuat terhadap pentingnya pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
"Mereka memahami betul bahwa elemen-elemen mendasar infrastruktur harus terus dikawal bersama. Kami hadir untuk memastikan pembangunan itu berjalan dan menjawab kebutuhan masyarakat," tegasnya.
Selain infrastruktur fisik, diskusi juga menyoroti perkembangan teknologi digital. AHY menekankan pentingnya generasi muda Indonesia untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menguasai dan mengembangkan teknologi masa depan seperti kecerdasan buatan dan robotik.
"Era digital menuntut peningkatan kapasitas. Anak-anak muda kita bukan hanya harus melek teknologi, tetapi juga menguasai AI, robotik, dan teknologi masa depan lainnya. Namun, tetap harus berakar pada jati diri bangsa," ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan akses internet, khususnya di wilayah perbatasan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), guna mengurangi kesenjangan digital atau digital divide.
Menurut AHY, akses digital yang merata akan membuka peluang lebih luas bagi masyarakat, mulai dari pendidikan jarak jauh hingga pengembangan ekonomi digital yang mampu memperluas pasar lintas daerah maupun negara.
Lebih jauh, AHY menegaskan bahwa pemerintah harus terus membangun dialog terbuka dengan masyarakat, terutama generasi muda, agar kebijakan pembangunan dapat lebih inklusif dan berkelanjutan.
"Pemerintah harus selalu mendengar. Dialog dua arah seperti ini penting, tanpa sekat, apa adanya, dan genuine. Kalau anak muda kita seperti ini, masa depan kita pasti baik," ucapnya.
Editor: Redaksi TVRINews





