Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kualitas aset dan kebijakan akuntansi di seluruh portofolio Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola atau governance reset agar neraca perusahaan negara mencerminkan kondisi yang aktual dan kredibel.
“Sebagai manajemen baru dan pemegang mandat pengelolaan aset negara, Danantara Indonesia berkewajiban melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kualitas aset, kebijakan akuntansi, serta disiplin tata kelola di seluruh portofolio. Governance reset ini adalah langkah penguatan fondasi agar neraca perusahaan mencerminkan kondisi yang aktual, prudent, dan kredibel,” ujar Rohan Hafas dalam keterangan resminya, Kamis, 5 Maret 2026.
Melalui Danantara Asset Management, evaluasi dilakukan untuk memastikan pengelolaan BUMN semakin solid dan transparan sesuai dengan praktik bisnis yang baik. Rohan menyebutkan bahwa fondasi keuangan yang kuat akan mendorong efisiensi dan meningkatkan margin operasional perusahaan.
“Pertumbuhan yang sehat harus berbasis pada produktivitas dan kinerja operasional, sehingga kontribusinya terhadap penerimaan negara benar-benar terukur dan berkelanjutan,” tambahnya.
Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan nilai ekonomi nyata bagi negara, di mana keberhasilan BUMN ke depan akan diukur dari laba yang sehat, arus kas yang kuat, serta kontribusi dividen yang berkelanjutan.
Danantara memastikan proses penguatan fundamental ini akan dijalankan secara bertahap dengan tetap menjaga stabilitas operasional di seluruh lini bisnis BUMN.
Editor: Redaktur TVRINews





