Penulis: Riadatussholihah
TVRINews, Kabupaten Sumbawa
Program SIAP SIAGA menggelar rapat koordinasi Forum Perangkat Daerah yang membahas penanganan kebencanaan dan perubahan iklim di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat kolaborasi serta pengelolaan risiko bencana di daerah.
Program SIAP SIAGA merupakan kemitraan antara Australia dan Indonesia yang berfokus pada penguatan pengelolaan risiko bencana. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, program ini mendampingi beberapa daerah, antara lain Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kabupaten Sumbawa.
Policy and Planning Specialist SIAP SIAGA NTB, Prasetyo, menjelaskan penetapan Kabupaten Sumbawa sebagai daerah dampingan merupakan permintaan langsung dari pemerintah daerah saat penyusunan rencana kerja tahunan. Permintaan tersebut disetujui karena wilayah ini memiliki potensi risiko bencana yang cukup tinggi.
“Berdasarkan capaian Indeks Risiko Bencana Indonesia tahun 2025, Kabupaten Sumbawa menjadi daerah dengan nilai tertinggi di Nusa Tenggara Barat, yakni sekitar 199,4. Karena itu diperlukan intervensi melalui Program SIAP SIAGA agar pengurangan risiko bencana dan isu perubahan iklim dapat terintegrasi dalam kebijakan serta perencanaan pembangunan daerah,” jelas Prasetyo, Kamis (5/3/2026).
Ia berharap penguatan kapasitas melalui program ini dapat mendorong organisasi perangkat daerah untuk lebih aktif mengintegrasikan program pengurangan risiko bencana hingga ke tingkat masyarakat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, menyampaikan bahwa kehadiran Program SIAP SIAGA sangat membantu pemerintah daerah dalam pengelolaan manajemen kebencanaan.
“Kehadiran Program SIAP SIAGA sangat membantu dalam pengelolaan manajemen bencana di daerah. Dengan keterlibatan seluruh instansi dan dukungan program ini, pengelolaan manajemen bencana di Kabupaten Sumbawa menjadi lebih terintegrasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor yang semakin baik akan mempermudah upaya penanganan dan penanggulangan bencana ke depan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun infrastruktur yang mendukung sistem penanggulangan bencana di daerah.
Editor: Redaksi TVRINews





