Prabowo Minta Konversi Kompor Listrik Dikebut, Kurangi Ketergantungan Impor

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto meminta konversi kompor elpiji menjadi kompor listrik dipercepat.

Permintaan ini disampaikan dalam rapat terbatas bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026).

"Kita diminta (Presiden Prabowo) mempercepat bagaimana kompor listrik itu bisa menggantikan kompor dari elpiji," kata Brian usai ratas, Kamis.

Baca juga: Batalnya Wacana Kompor Listrik, Ingat Lagi Kritik Mulan Jameela yang Dipuji Netizen

Ia menyampaikan, konversi kompor listrik akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak bumi dan gas alam (migas).

Kebijakan ini juga bertujuan mengurangi beban subsidi yang dikeluarkan negara setiap tahun.

"Kita tahu dalam keadaan sekarang harga BBM tinggi, sehingga dampaknya sangat besar. Jadi Pak Presiden meminta agar tadi beberapa menteri yang terkait untuk mempercepat pelaksanaan ini, sehingga ketergantungan kita terhadap impor, ketergantungan kita terhadap harga yang mungkin cepat berubah itu bisa dikurangi," ucap Brian.

Baca juga: Panci Listrik dan Kompor Listrik, Lebih Hemat Mana bagi Anak Kos?

Selain kompor listrik, Prabowo juga meminta para menterinya mempercepat konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta mobil berbahan bakar bensin menjadi motor listrik.

Dalam hal ini, Kemendikti Saintek akan mendukung dengan riset perguruan tinggi untuk konversi tersebut.

"Kami dari perguruan tinggi riset-riset hasil-hasil penelitian dan juga kajian-kajian itu diminta mendukung percepatan solar cell. Kami dari perguruan tinggi akan mem-backup dari sisi penelitian-penelitian maupun kajian-kajiannya," ujar Brian.

Baca juga: Prabowo Bentuk Satgas Konversi PLTS dan Motor Listrik, Bahlil Jadi Koordinator

Sementara itu, Bahlil menuturkan, Presiden Prabowo membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk konversi penerapan energi bersih tersebut.

Ia diberi mandat oleh Presiden Prabowo untuk menjadi koordinator maupun ketua dari Satgas tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Prabowo menginginkan energi bersih segera terimplementasi di Indonesia dalam kurun waktu 3-4 tahun.

"Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk implementasinya dilakukan segera dan insyaallah kita akan melakukan dalam kurun waktu yang tidak lama. Bapak Presiden tadi menyampaikan bahwa maksimal 3 sampai 4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi," kata Bahlil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Jadi Tersangka Korupsi, Intip Isi Garasinya
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Profil Mojtaba Khamenei, Sosok Ulama yang Disebut Kandidat Kuat Pengganti Ali Khamenei
• 6 jam lalugrid.id
thumb
370 Nama Bayi Laki-Laki Inggris Huruf A-Z dan Artinya, Unik dan Keren!
• 13 jam lalutheasianparent.com
thumb
BEI Siapkan Strategi Perkuat Kepercayaan Investor di Tengah Gejolak Global
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
AHY ke Gerindra: Kita Bisa Bersinergi dan Berkolaborasi
• 15 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.