Pemerintah Amerika Serikat menyatakan tengah melakukan penyelidikan terkait laporan serangan udara yang menghantam sebuah sekolah dasar putri di Iran selatan. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan 168 siswi dan melukai puluhan lainnya.
Pete Hegseth Menteri Pertahanan Amerika Serikat mengatakan, pihaknya sedang menelusuri informasi terkait serangan yang diduga terjadi di Sekolah Perempuan Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Iran.
“Yang bisa saya katakan adalah kami sedang menyelidikinya,” ujar Hegseth dilansir dari Antara, Kamis (5/3/2026).
Ia menegaskan militer Amerika Serikat tidak pernah menjadikan fasilitas sipil sebagai target operasi militer.
“Militer AS tidak pernah menargetkan lokasi sipil,” katanya.
Pejabat Iran menyatakan sekolah tersebut menjadi sasaran serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026). Serangan itu dilaporkan berlangsung saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.
Mohammad Radmehr Gubernur setempat mengatakan, serangan udara menghantam gedung sekolah ketika para siswi berada di dalam kelas.
“Serangan itu terjadi saat para siswi sedang belajar. Korban adalah anak-anak perempuan berusia antara 7 hingga 12 tahun,” ujar Radmehr.
Akibat serangan tersebut, sebagian besar bangunan sekolah dilaporkan hancur. Atap beton gedung runtuh dan menimpa ruang kelas yang sedang digunakan para siswa.
Media pemerintah Iran melaporkan jumlah korban tewas mencapai 168 orang, sementara sedikitnya 95 orang lainnya mengalami luka-luka.
Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun militer Israel menyatakan tidak mengetahui adanya operasi militer yang dilakukan oleh Israel maupun Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Israel sebelumnya juga pernah membantah keterlibatan dalam sejumlah serangan mematikan pada konflik lain. Dalam beberapa kasus, pernyataan tersebut kemudian direvisi setelah muncul bukti tambahan dari hasil penyelidikan internasional. (ant/mar/saf/ham)



