Kisah Kepala Bapperinda Kudus Tertahan di Jeddah Usai Umrah Imbas Perang Timteng

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sulistyowati, tertahan di Jeddah usai menjalankan ibadah umrah. Ia bersama keluarganya tertunda kepulangannya ke Tanah Air akibat AS-Israel serang Iran.

Sulistyowati berbagi pengalamannya dengan kumparan pada Kamis (5/3). Ia menjalani umrah selama 12 hari, mulai 19 Februari 2026 sampai 2 Maret 2026.

Seharusnya, pada 2 Maret 2026 pukul 09.30 WIB ia terjadwal sudah pulang ke Indonesia, mendarat di Yogyakarta International Airport.

Sulistyowati bersama keluarga berangkat umrah dari Kabupaten Kudus pada 18 Februari 2026. Bersama empat keluarganya yang lain ia menginap terlebih dahulu di Swiss-Belboutique Yogyakarta. Kemudian mereka berlima berangkat ke tanah suci pada 19 Februari 2026 pukul 10.00 WIB via Yogyakarta International Airport menggunakan maskapai Malaysia Airlines.

Dia tergabung bersama Biro Umrah Ameera Utama. Dari Kabupaten Kudus hanya Sulistyowati bersama empat keluarganya. Mereka kemudian digabung dengan grup umrah dari biro PT Firdaus Mulia Abadi Solo. Total jemaah ada 49 orang. Mereka berasal dari Solo, Bantul, Pekalongan dan kota lainnya.

Ia menyampaikan, selama berada di Madinah menginap di Hotel Concode Alnazeel Medinah. Sedangkan saat berada di Makkah, ia menginap di Ajyad Makarem Makkah.

Selama umrah, kegiatannya berfokus pada ibadah, itikaf ke Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Selain itu ada city tour di sekitar Madinah dan Makkah.

"Kami selesai umrah Sabtu, 28 Februari 2026. Saat tawaf jam 8 pagi kami belum tahu ada perang. Termasuk saat checkout menuju bandara pukul 2 siang juga belum tahu ada perang. Menjelang berbuka puasa di Corniche Commercial Center baru ada pengumuman pembatalan penerbangan," katanya kepada kumparan, Kamis (5/3).

Berdasarkan informasi yang ia dapat, jadwal kepulangnya dibatalkan demi kesalamatan penerbangan.

Usai mendapatkan kabar tersebut Sulistyowati melaksanakan salat Maghrib dan Isya di Corniche. Kemudian, mereka diarahkan ke hotel yang disediakan maskapai di Hotel Mirnian Jeddah.

"Alhamdulillah kondisi kami aman. Mungkin karena Jeddah ada di sisi barat. Sedangkan Iran di sisi timur Saudi Arabia," terangnya.

Ia menjelaskan, selama berada di Jeddah, dirinya tak pernah melihat maupun mendengar suara roket. Menurutnya pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah telah mengunjungi jemaah umrah yang menginap di Hotel Mirnian.

Selama tertahan di Jeddah, makan sahur dan berbuka puasa disediakan oleh pihak hotel. Ia bersama keluarga juga masih diperbolehkan keluar hotel.

"Masih diperbolehkan keluar hotel. Ada yang ke masjid untuk tarawih, ada yang jalan-jalan maupun ke supermarket terdekat. Pihak biro juga sudah laporan ke KJRI Jeddah," terangnya.

Secara umum, kondisi dirinya sehat. Ia hanya mengalami batuk dan flu pasca umrah. Penyebabnya disinyalir karena terik matahari yang menyengat.

"Suara saya masih serak," ucapnya.

Saat ini ia sedang persiapan checkout dari hotel untuk selanjutnya menuju ke bandara. Perempuan berusia 53 tahun itu menjelaskan, pihak maskapai hanya membiayai penginapan hotel sampai 5 Maret 2026.

"Insyaallah jadwal penerbangan pulang ke Indonesia 6 Maret 2026 pukul 01.10 dinihari waktu Jeddah. Kemungkinan sampai Kudus 7 Maret 2026," imbuhnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sidak Pasar Terong Makassar, Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Lebaran
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Gabungan Tokopedia-TikTok Bidik Lonjakan Transaksi Ramadan 2026
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Bahlil Mulai Eksekusi Impor Minyak Mentah dari AS Secara Bertahap
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Inilah Kekuatan Drone Shahed 136 Milik Iran yang Dipakai Serang Aset Militer AS
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Komisi V: Rest Area Harus Baik saat Mudik, Istirahat Cepat, Kembali Jalan Cepat
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.