Tito Targetkan Tenda Pengungsi Bencana Sumatera Kosong Sebelum Lebaran

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menargetkan pengungsi yang masih tinggal di tenda dapat segera dipindahkan.

Nantinya, pengungsi akan dipindahkan ke hunian sementara (huntara) atau melalui skema Dana Tunggu Hunian (DTH). Upaya tersebut dilakukan agar para pengungsi memperoleh solusi hunian yang lebih layak sebelum Hari Raya Idulfitri.

"Saya sengaja mengundang kaitan dengan masalah pengungsian. Terutama yang masih ada di tenda, karena kita berharap sebelum Lebaran tidak ada lagi yang ada di tenda," kata Tito, dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).

Hal tersebut ditegaskan Tito saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri terkait Pembahasan Percepatan Penanganan Pengungsi Pascabencana di Wilayah Sumatera yang digelar secara hybrid dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (5/3).

Baca juga: Mendagri Dorong Isu Kesehatan Jiwa Anak & Remaja Jadi Perhatian Pemda

Tito menegaskan keberadaan pengungsi yang masih tinggal di tenda hingga memasuki bulan ketiga pascabencana menjadi perhatian serius pemerintah.

Menurut Tito, mulai menurunnya jumlah pengungsi di tenda menjadi salah satu indikator pemulihan.

"Jadi kalau masih ada di tenda-tenda, ini sudah masuk di bulan ketiga, bulan ketiga setelah akhir November, tidak elok kalau mereka masih di tenda," ujar Tito.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah pengungsi di tiga provinsi terdampak bencana terus mengalami penurunan.

Di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) diketahui sudah tidak ada pengungsi di tenda. Sementara itu, pengungsi di tenda di Provinsi Aceh masih tersebar di sejumlah wilayah seperti Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bireuen, Nagan Raya, dan Gayo Lues.

Baca juga: Tito Kebut Pembangunan Jembatan Perintis untuk Pulihkan Konektivitas

Adapun di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), pengungsi masih berada di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.

"Intinya adalah kita melihat masih ada yang ada di tenda, dan ini kita perlu selesaikan. Kita perlu apa solusinya supaya mereka tidak ada di tenda," kata Tito.

Tito menekankan pentingnya percepatan pembangunan huntara maupun penyaluran DTH agar masyarakat dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih layak.

Menurut Tito, koordinasi antara kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (pemda) menjadi kunci untuk mempercepat penyelesaian persoalan hunian bagi masyarakat terdampak bencana.

Diketahui, rakor tersebut dihadiri secara daring oleh sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Menteri Pekerjaan Umum RI (PU) Dody Hanggodo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana RI (BNPB) Suharyanto, Managing Director Stakeholder Management and Communications di Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rohan Hafas, serta Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Dirjen Perlinsos Kemensos) Agus Zainal Arifin.




(akd/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan Tunggu Surat Ketua PN Jakarta Pusat
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Puji Atmosfer Jakmania, Fabio Lefundes Soroti Pentingnya Kehadiran Suporter dalam Sepak Bola
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Perjanjian Dagang RI–AS: Kedaulatan Regulasi Diuji oleh Pasar Global
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Pengungsi Pascabencana Aceh dan Sumut Turun 47,1% Sejak Awal Ramadan
• 2 jam laludetik.com
thumb
AS Akui Drone Iran Jadi Tantangan Besar Pertahanan, Tak Mampu Mencegat Semuanya
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.