Sederet Strategi Batavia Prosperindo Racik Reksa Dana saat Pasar Modal Bergejolak

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Manajer Investasi PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen menyiapkan sederet strategi meracik reksa dana di tengah kondisi pasar modal Tanah Air yang tengah ’terkepung’.

Sepanjang 2026, sederet aral melintangi perjalanan pasar modal Tanah Air. Indeks harga saham gabungan (IHSG) misalnya, terkoreksi 10,83% year-to-date (YtD) lantaran pembekuan rebalancing MSCI Inc. maupun ketegangan geopolitik yang memuncak di Iran.

Senasib, kondisi pasar surat utang Tanah Air juga lesu. Yield acuan 10 tahun melemah ke level 6,52% selepas outlook negatif berturut-turut yang disampaikan oleh Moody’s dan Fitch Ratings terhadap prospek kredit Indonesia, hingga perang Iran yang membuat investor asing mengalihkan dananya ke aset safe haven, seperti emas atau obligasi AS.

“Kami melihat ada tantangan di pasar modal kita, khususnya setelah adanya teguran MSCI dan downgrade outlook di surat utang kita. Namun, secara umum sebenarnya fundamental kita masih cukup baik,” kata Direktur Batavia Prosperindo Eri Kusnadi kepada Bisnis, Kamis (5/3/2026).

Dengan begitu, dia menilai bahwa kondisi ini mesti menjadi momentum bagi pasar modal Tanah Air untuk berbenah, sehingga dapat memberikan kualitas yang lebih baik ke depan.

Di tengah kondisi pasar saham yang lesu, Batavia disebut akan terus aktif mencari dan memposisikan portofolio pada emiten dengan fundamental yang solid. Sektor komoditas logam dan konsumer menjadi preferensi utama Batavia.

Baca Juga

  • Investor Global Serbu Reksa Dana Pasar Uang AS, Aset Tembus Rekor US$8,27 Triliun
  • Suku Bunga BI Stagnan, Intip Dua Reksa Dana Pilihan untuk Amankan Cuan
  • BI Rate Ditahan 4,75%, Saatnya Masuk Reksa Dana Pendapatan Tetap?

”Untuk mencari alpha [melampaui indeks acuan], kami rasa sekarang sudah tidak relevan untuk dijadikan tujuan utama. Tapi, kami masih tetap berupaya mencapai hal tersebut,” katanya.

Salah satu reksa dana milik Batavia adalah Batavia Dana Saham. Produk yang diisi oleh saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), BBCA, Himbara, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY), atau PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) membukukan harga yang terkoreksi 2,54% YtD. Artinya, kinerja reksa dana saham ini cenderung lebih baik ketimbang indeks acuan.

Begitu juga dengan Batavia Dana Saham Optimal yang terkoreksi 3,80% YtD. Kinerja reksa dana saham milik Batavia Prosperindo ini banyak dikontribusikan oleh ANTM, KLBF, BBRI, BBNI, HMSP, atau MYOR.

”Untuk pasar saham kami tetap mempertahankan filosofi kami sebagai MI yang fundamental active. Kami akan terus aktif mencari dan memposisikan portofolio pada underlying yang kuat fundamentalnya,” tambahnya.

Sementara terhadap reksa dana campuran, Eri menilai bahwa secara natural, pihaknya akan memperbesar eksposur terhadap aset berisiko rendah, seperti surat utang. Namun, lanjutnya, Batavia tidak menutup kemungkinan untuk kembali menambah aset berisiko jika valuasi telah cukup menarik.

Terhadap reksa dana pendapatan tetap (RDPT), pihaknya lebih memilih untuk menambah eksposur terhadap surat utang jangka pendek. Hal itu mengingat yield tenor pendek masih cenderung rendah dibandingkan yield acuan 10 tahun.

Naturally seperti itu ya [memperbesar eksposur aset berisiko rendah] walaupun sewaktu-waktu kami dapat juga menambah aset berisiko apabila harga sudah cukup menarik secara valuasi,” tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Tengah Perang Lawan Iran, Pengadilan AS Minta Trump Bayar Refund dari Tarif Impor yang Batal
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Naysila Mirdad Bicara Karier, Tetap Bersinar di Tengah Gempuran Artis Baru
• 17 jam lalueranasional.com
thumb
Guru di Jaksel Temukan Bayi Depan Sekolah Dibalut Selimut
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Nintendo Rilis Game Boy Jukebox, Pemutar Musik Pokémon Bernuansa Retro
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Kisah Kepala Bapperinda Kudus Tertahan di Jeddah Usai Umrah Imbas Perang Timteng
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.