Palangka Raya, ERANASIONAL.COM – Operasi pasar LPG 3 kg bersubsidi yang digelar Pemko Palangka Raya bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga berlangsung ramai disambut warga. pada Rabu (4/3/2026).
Di Halaman Kelurahan Penarung, tampak warga sudah mengantri sejak pagi. Gas melon itu dijual dengan Rp22.000 per tabung, sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Total 1.050 tabung disalurkan dalam kegiatan yang difasilitasi Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya.
Operasi pasar LPG 3kg bersubsidi ini dijadwalkan berlangsung secara maraton mulai 4 hingga 12 Maret 2026.
Terdapat tujuh titik lokasi yang tersebar di berbagai kelurahan, di Kota Palangka Raya. mulai dari Kelurahan Langkai, Panarung, Palangka, hingga Kalampangan.
Di lapangan, warga tak banyak bicara soal kebijakan. Mereka hanya ingin harga stabil.
“Rp22 ribu ini sangat membantu. Biasanya bisa lebih mahal, selisih seribu dua ribu saja sudah terasa,” tutur Malasari salah seorang pedagang.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, menegaskan, operasi pasar dilakukan untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan harga tidak dimainkan di lapangan.
“Kita ingin masyarakat mendapatkan LPG subsidi sesuai HET, Rp22 ribu. Jangan sampai ada yang menjual di atas ketentuan dan memberatkan warga,” tegas Fairid.
Di setiap lokasi, pemerintah menyediakan kuota sebanyak 150 tabung yang siap didistribusikan kepada warga pada pukul 10.00 hingga 12.00 WIB sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Terkait mekanisme pembelian, masyarakat diwajibkan membawa KTP asli dan melampirkan fotocopy KTP sebagai bukti penerima manfaat
Selain itu, warga juga diminta untuk mengisi logbook yang telah disediakan oleh petugas di lapangan. Prosedur ini diterapkan untuk menjaga ketertiban administrasi dan mencegah adanya praktik borong oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.





