Pendapatan Elnusa (ELSA) Tumbuh 8% Jadi Rp 14,5 T pada 2025, Laba Naik Tipis

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Emiten jasa migas PT Elnusa Tbk (ELSA) mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan, meskipun kenaikan laba bersih relatif terbatas akibat meningkatnya beban operasional.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/3), pendapatan Elnusa pada 2025 mencapai Rp 14,50 triliun, naik sekitar 8,25-8,29 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp 13,39 triliun.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh meningkatnya aktivitas pada segmen distribusi dan logistik energi serta layanan jasa hulu migas terintegrasi.

Mayoritas pendapatan Elnusa berasal dari segmen penjualan barang dan jasa distribusi dan logistik energi yang mencapai Rp 8,95 triliun. Selanjutnya disusul oleh segmen jasa hulu migas terintegrasi sebesar Rp 4,15 triliun dan jasa penunjang migas sebesar Rp 1,89 triliun, setelah memperhitungkan eliminasi sebesar Rp 494,72 miliar.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, beban pokok pendapatan juga meningkat 8,12 persen yoy menjadi Rp 13,05 triliun pada 2025, dibandingkan Rp 12,07 triliun pada tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut membuat laba kotor perseroan tercatat sebesar Rp 1,45 triliun, atau meningkat sekitar 9 persen yoy dibandingkan Rp 1,32 triliun pada 2024.

Namun demikian, peningkatan biaya operasional membatasi pertumbuhan laba bersih. Beban penjualan Elnusa naik 66,07 persen yoy menjadi Rp 7,44 miliar dari sebelumnya Rp 4,48 miliar. Sementara itu, beban umum dan administrasi juga meningkat 15,78% yoy menjadi Rp 596,30 miliar, dibandingkan Rp 515,01 miliar pada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, beban keuangan justru mengalami penurunan 22,24 persen yoy menjadi Rp 96,89 miliar pada 2025, dari Rp 124,60 miliar pada 2024.

Dengan perkembangan tersebut, Elnusa membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 718,41 miliar pada 2025, atau meningkat tipis 0,66 persen yoy dibandingkan Rp 713,67 miliar pada tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan laba menjadi tak optimal lantaran tertekan oleh kenaikan beban usaha,” demikian dikutip dari laporan kinerja perseroan.

Dari sisi neraca, total aset Elnusa per 31 Desember 2025 mencapai Rp 10,96 triliun, meningkat sekitar 3,1 persen dibandingkan Rp 10,63 triliun pada 2024. Kenaikan aset didorong oleh pertumbuhan aset tetap sebesar 9,5 persen menjadi Rp 2,12 triliun, serta lonjakan aset hak-guna menjadi Rp 428,82 miliar dari Rp 114,49 miliar.

Menariknya, total liabilitas perseroan justru turun 1,36 persen menjadi Rp 5,65 triliun, dari sebelumnya Rp 5,72 triliun. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh pelunasan utang sukuk sebesar Rp 699,41 miliar serta penurunan utang usaha kepada pihak berelasi hingga 40,8 persen.

Perbaikan struktur permodalan juga tercermin dari ekuitas yang meningkat 8,38 persen menjadi Rp 5,31 triliun, dibandingkan Rp 4,90 triliun pada tahun sebelumnya, yang didorong oleh kenaikan saldo laba tidak dicadangkan menjadi Rp 4,08 triliun atau tumbuh 11,9 persen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anies: Momentum Serangan ke Iran, Indonesia Bisa Keluar dari Board of Peace
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Liga Inggris: Man United Ditekuk 10 Pemain Newcastle, Arsenal Hajar Brighton
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Remaja Indonesia tak Serapuh Itu, Eksperimen Buktikan Empati Bisa Ditingkatkan dalam 10 Hari
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Madrid Kena Badai Cedera, Arbeloa Malas Mengeluh
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Pembangunan Pabrik Sepatu di Tikung Lamongan Disorot
• 7 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.