- Jalanan kawasan wisata budaya Setu Babakan rusak parah sejak November 2025 akibat truk proyek zona kuliner Pemprov DKI Jakarta.
- Kondisi jalan berlumpur dan berlubang menyebabkan mobilitas warga terhambat serta berdampak negatif pada ekonomi pedagang lokal.
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berjanji akan segera menginstruksikan Wali Kota dan Dinas Bina Marga menyelesaikan perbaikan jalan.
Suara.com - Kawasan wisata budaya Setu Babakan di Jagakarsa, Jakarta Selatan kini bertransformasi menjadi medan berlumpur yang menyulitkan mobilitas warga serta wisatawan.
Kerusakan infrastruktur jalan yang cukup parah, menurut cerita warga, telah berlangsung sejak November 2025 dan kian diperparah oleh intensitas hujan.
Mobilitas kendaraan berat seperti truk molen yang menyokong proyek pengembangan zona kuliner milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjadi pemicu utama hancurnya akses.
Kubangan lumpur pekat dan lubang dalam yang tersembunyi di balik genangan air kini menghantui setiap pengendara yang nekat melintas.
Banyak pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh, sementara kendaraan roda empat sering mengalami selip akibat licinnya permukaan jalan.
Imbas dari carut-marutnya akses jalan turut membuat denyut nadi ekonomi para pedagang lokal di sekitar lokasi merosot tajam.
Salah satu pedagang di sana sempat mengeluhkan kondisi lapaknya yang kini sepi pembeli karena wisatawan enggan menerjang rute yang rusak.
"Kan jadi pada jarang lewat sini," keluh perempuan bernama Ida kala Suara.com berkunjung ke sana beberapa pekan lalu.
Ironisnya, pihak pengelola kawasan sejauh ini hanya meminta warga untuk bersabar menanti hingga seluruh pengerjaan proyek rampung total.
Baca Juga: Lulusan SD Bisa Jadi PPSU, Pramono Anung Pangkas Syarat Kerja Demi Tekan Jumlah Pengemis Jakarta
Upaya perbaikan yang dilakukan selama ini dinilai hanya bersifat tambal sulam dengan urugan batu yang cepat hancur kembali dihantam beban truk.
Masyarakat setempat sebenarnya tidak menuntut kompensasi berlebih, melainkan hanya ingin jalan segera diratakan agar layak dan aman untuk dilalui.
"Biar nggak becek kayak gitu. Kalau lagi hujan, bisa tambah parah soalnya. Dalam loh itu lubangnya," tutur Ida lagi.
Menanggapi nestapa yang dialami warga Setu Babakan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya memberikan atensi saat ditemui di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026).
"Nanti kami atensi secara khusus. Saya akan minta Pak Wali Kota untuk berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga. Nanti saya telepon supaya diselesaikan," kata Pramono.
Kini, warga tinggal menunggu janji sang Gubernur untuk memulihkan akses jalan di ikon budaya Betawi tersebut.




